Langsung ke konten utama

Aku dan horor

Assalamualaikum,
Suatu ketika abang saya, mengajak saya dan beberapa teman saya di suatu malam saat saya masih berusia seperti remaja berseragam abu-abu putih. Bertempat di kitaran jalan raya Ijen yang tersohor di kota Malang. Saat itu tidak ada tempat makanan seperti s`at ini. Kebanyakan rumah-rumah para orang berduit dan... rumah tinggalan besaryang kosong. 

jeng jeng.... suara  mak bongky di hulu-hulu pintu berusaha mencekam. Namun gagal karena tersandung kulit pisang.

Lalu kami berhenti di pertigaan jalan,dan, mobil kami menghadap ke sebuah rumah yang gelap gulita. Menakutkan memang. Seperti saat bercermin diri (heeeesh...). Abang saya memulai suatu wacana singkat. Bukan tentang promosi kampusnya. Tapi dimana fenomena heboh tentang tuyul yang berkeliaran di rumah tersebut. Dan ajaibnya, dengan ritual tersebut kami bisa melihat mereka berkeliaran, berlari di balkon atas ataupun genteng rumah.

Dengan perasaan takut bercampur penasaran tingkat dangdut, saya dan teman saya berusaha dengan khidmat menata keberanian untuk mengikuti arahan si abang, sebut saja abang saya, Akar (laaah).
"Tutup mata kalian dengan penuh keyakinan. Baca lah shalawat 10x, lalu alfatuha 10x.", begitulah bunyinya. Saya mulai khusyuk melakukan perintahnya. Kata demi kata benar-benar kami hayati kala itu. Berharap bahwa saya dapat melihatnya dan agar tidak diganggu setelah kepulangan kami nanti. Amin.

Lalu setelah selesai dengan ritual itu, abang saya berteriak, "heiii...itu mereka. Lari-lari atas rumah. Cepat buka mata kalian". Kami membuka mata, tapi tidak ada satupun yang terlihat. Apakah kami  kurang  yakin? Atau bacaan kami ada yang tidak lengkap? Abang saya menunjuk secara random. Betapa cepatnya tuyul-tuyul itu berlarian. Abang saya panik. "Mereka berhenti di atap. Melihat mobil kita". Saya mulai takut. Merinding. Lalu abang saya itu menunjuk keberadaan mereka. Perlahan dia menunjuk, jari telunjuknya bergeser pelan."Perhatikan dua tuyul yang aku lihat. Ikuti telunjuk ini". Sampai kami berusaha mengikuti petunjuknya.  Dan berhenti di......



Tanda rambu lalu lintas untuk waspada tentang wilayah sekolah (dua orang yang sedang berjalan).

Dan kami dengan khidmat bergantian menjewer abang saya secara brutal.

Beberapa hari kemarin, abang saya melakukan hal sama. kepada Mildha. Sudah terduga, bahwa adik kecil itu berusaha dengan sekuat tenaga bersembunyi di punggung saya. Dengan jiwitan, dengan pelukan kuat, dan segala ketahanan fisik yang tidak bisa saya gambarkan karena saya sendiri menjadi korban ketakutannya. Teriakan menggema dalam mobil, sampai-sampai kami mau di datangi satpam. Hiiiii.....

Ini cerita hororku, mana ceritamu?



Wassalam,


Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…