Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2012

Yang teremehkan olehku

--Pada "Cemilan Religi"--


Assalamualaikum, Suatu sore mendung seabu-abu aspal. Didalam kamar yang tertata nyaman. Buku yang baru terbeli masih terbungkus rapi dengan plastik putih rekat. Judulnya ringan, namun sedikit terhenyak. Tulisan Amalan Nabi yang tercetak tebal, dan Kumpulan Lengkap serta Yang sering diremehkan adalah dua kalimat bercetak kecil mengapit. Penasaran aku dibuatnya saat itu di toko buku Abah Yaqub. Banyak deretan buku-buku Islami yang ingin aku beli. Namun, karena terburu, aku rasa buku itu paling "mudah" aku baca nantinya karena tidak terlalu tebal dan temanya juga agak beda dari buku lainnya. Bukannya apa-apa, kata diremehkan menjadi hal paling memukulku saat itu. Bayangkan, sebagai seorang Muslim, aku, Nando Pragiodawan, justru lebih banyak meremehkan kewajibanku sendiri. Walau Orangtua sudah mendidikku sedemikian keras, tetap saja dalam "lalai pengawasan" (kusebut saja begitu) aku masih asyik menata gaya hidupku sendiri. Pikirku, h…

Aku dan horor

Assalamualaikum,
Suatu ketika abang saya, mengajak saya dan beberapa teman saya di suatu malam saat saya masih berusia seperti remaja berseragam abu-abu putih. Bertempat di kitaran jalan raya Ijen yang tersohor di kota Malang. Saat itu tidak ada tempat makanan seperti s`at ini. Kebanyakan rumah-rumah para orang berduit dan... rumah tinggalan besaryang kosong. 
jeng jeng.... suara  mak bongky di hulu-hulu pintu berusaha mencekam. Namun gagal karena tersandung kulit pisang.
Lalu kami berhenti di pertigaan jalan,dan, mobil kami menghadap ke sebuah rumah yang gelap gulita. Menakutkan memang. Seperti saat bercermin diri (heeeesh...). Abang saya memulai suatu wacana singkat. Bukan tentang promosi kampusnya. Tapi dimana fenomena heboh tentang tuyul yang berkeliaran di rumah tersebut. Dan ajaibnya, dengan ritual tersebut kami bisa melihat mereka berkeliaran, berlari di balkon atas ataupun genteng rumah.

Dengan perasaan takut bercampur penasaran tingkat dangdut, saya dan teman saya berusaha de…

Si mungil itu.... Oscar.

Assalamualaikum,

Keluarga Singa & Cheetah. Diambil dari potongan trailer di YouTube

Kapan hari, saya dipinjami teman saya sebiji kepingan DvD (entahlah ini bajakan atau tidak). Cover depannya dua keluarga singa dan cheetah. Judulnya African Cats. Saya yakin dari awal kalau ini adalah dokumenter. Well, saya membayangkan seperti halnya dokumenter kebanyakan. Dengan slide gambar berbanyak-banyak binatang lucu dan selesai. Namun saya agak sedikit penasaran dengan naratornya, Samuel L. Jackson. Yah, pemain kulit hitam yang fenomenal itu. Juga rumah produksi yang menaunginya. DisneyNature. Saya berpikir lumayan lama, sampai saya lupa berapa kali saya sudah menarik nafas. Nha, ini saya juga baru tahu kalau Disney juga mengeluarkan produksi dokumenter. Dan, dokumenter ini benar-benar full bercerita. Berdurasi yang memang terdapat 'pemeran utama'nya. Tidak hanya satu. Tapi dua. Keren masya Allah.
Saya tidak akan bercerita tentang reviewnya, hanya saya kasih link nya saja ya, sahabat. …

Ini saja

Ingin bekerja untuk Allah. Apapun gaungnya. Berdiri sendiri mengibar bendera Islam & berjuang di jalan Nya. Mungkin bukan berperang ke Palestina. Mungkin terlalu berat untuk ditempuh bila disana. Disini dulu, berperang dalam diri dahulu. Sejauh mana kemampuan diri untuk memposisikan Allah sebagai urutan teratas segala dari segala. Terlepas dari hiruk pikuk yang ada, ingin menjadi insan yang tidak termanja dunia.
Sesederhana pemikiran bahwa Allah itu begini begitu, biarlah. Toh tiap pribadi pasti ingin menjadi yg terbaik semaksimalnya. Ingin menjadi manusia yang pandai bersyukur. Bukan karena materi saja. Tapi hal-hal kecil yang tiada nominal didalamnya yang harusnya, ditiap detik berganti selalu ada tunduk terima kasih. Memang harusnya penuh syukur, lha wong Allah sendiri yang 'menyuapkan' udara langsung ke hidung agar dapat menyambung hidup untuk tiap detik bersambung.