Langsung ke konten utama

Ce(m)ceman






Assalamualaikum,

Well heiya sahabat saung. Baik kan? *malak. Harus baik ya. Musim sakit ini. Jadi harus benar-benar melawan penyakit-penyakit yang sebisa mungkin dapat bermain-main di dalam tubuh. 

Ah, saya mau menulis apa kali ini y. Aha . Sudah saya siapkan rapi di dalam bungkusan kado berwarna biru. Biru itu sejuk, adem, menurut saya selain Hijau. Jadi saya rasa deskripsi saya tentang hal yang satu ini memang sangat menarik. Dan sering saya tulis seperti tulisan saya tentang Ayah, Ibu, atau kakak adik saya.

Saya rasa hal pertemanan dalam kehidupan saya ini istimewa sekali. Alhamdulillah. Saya hampir tidak mendapati ketidaknyamanan dalam pertemanan saya. Entahlah dengan teman-teman saya. Tahukah? Semakin kemari (kearah mana  saya juga ndak yakin dengan kata tersebut), saya lebih selektif dalam memilih teman. Maksud saya begini, saya hanya tidak ingin kecewa (suatu kejarangan yang terjadi). Bukan dari apapun yang membuat saya sedih, tetapi pada akhirnya saat menemui kenyataan bahwa tidak semua orang menerimamu, berniat dari awal untuk menjadi temanmu. Hmm... saya mengalaminya? Ada aja lah kalau berniat di telaah, walaupun saya ini manusia paling tidak masuk akal dalam hal tak menggubris. Namun pada pikiran dewasa saya, saya merasa tidak rugi kok. Hanya saja, terkadang kesyukuran atas hal itu adalah kebaikan. Walaupun sudah merasa nyaman dengan banyak orang.

Begini lagi ya sahabat. Saya hanya ingin mengingatkan diri saya ditiap jurnal yang saya tulis. Sedikit atau banyak. Cerminan ini suatu saat akan saya buka. Bahwa tulisan dari buah pikir dan ke-hati-an harus sejalan dengan perilaku. Itu... Mutlak. Perhatikan, saat pemilihan teman adalah sesuatu yang kau senangi. Making friends is all that matter. Benar. Saya membenarkan. Karena hal paling mendasar dalam bersosialisiai adalah.... Niat. Tidak munafik seorang (saya berbicara tentang manusia) akan dan berkeinginan untuk membuat suatu majelis pertemanan. Dengan seorang ataupun lebih. Yang penting adalah perbaiki niatan. Mengapa saya menulis demikian? Tentu saja, saya banyak menjumpai beberapa orang yang tidak berada pada tempatnya. Silahkan di deskripsi sendiri seperti apa pertemanan kalian. Namun menurut saya, hal kecil yang banyak orang lupa adalah hal tersebut.

Kita tidak bisa mengorbankan seseorang untuk kita jadikan objek 'niatan' kita sebagai penghibur (joker) kah, fasilitator kah, calon pacar kah, calon istri kah. Itu jahat lho. Karena saya ini orang yang senang berteman, maka saya ingin berteman dengan orang yang akan menerima saya sebagai 'alive alarm', manusia pengingat  yang namanya teman. Setelah berangkat dari hal diatas, barulah silahkan memilah hati seperti apa kelanjutan tali silaturrahmi tadi. 

Saya boleh katakan, menurut saya, bahwa mencari orang yang benar-benar tulus menerima saya sebagai teman karena Nya itu susah luar biasa. Tapi eiiits... saya tidak mau menutup mata dan hidung saya untuk tidak mawas dan mengoreksi tentang niatan saya terhadap banyaknya teman saya. (yaya..lupakan tulisan hidung  tadi). Saya jadi berpikir, lama sekali sampai saya mengantuk dan tidur di atas genteng. Bagaimanakah pertemanan yang 'sehat' itu dapat berjalan dengan tentram, damai? Tolong bagi sahabat yang pintarnya luar biasa, tolong saya. Saya butuh kebab, taro blended, nasi goreng lombok ijo (lhaaa). Saya suka bertanya pada Allah, bilakah dalam pertemanan saya tidak akan memberatkan saya di peradilanNya kelak. Saya takut soalnya. Barangkali saya ini banyak mendzolimi, melukai, membuat banyak orang patah hati. Duuuh (gak banget ya yang terakhir, serius, mau muntah bacanya).

Jadi, diri, biarkan niat baik kepada Nya lah sebagai landasan dalam membangun relasi. Bukan karena duniawi yang akan melupakan kemana nantinya semua akan kembali. 
Maafkan saya y, sahabat saung. *tebar daun pandan.



Wassalam,


Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…