12 Jan 2012

Hidup, apa kabar?

Assalamualaikum,
Saya rasa ada banyak hal yang saya harus syukuri untuk menghargai kehidupan saya dan kehidupan dari kehidupan itu sendiri. Bingung? Saya hampir. Terkadang saya lupa bagaimana memperlakukan secara baik kehidupan itu sendiri. Baik lingkungan, orang-orang di dalamnya, waktu seperti siang dan malam, dan hal-hal kecil yang sering saya lewatkan.

Saya tidak menjabarkan seperti apa kehiduapan itu sendiri. Tapi saya merasa mungkin kehidupan ini adalah alam dan hal-hal diluar "kemanusiaan". Sesuatu yang tidak diuraikan oleh ilmiah. Mungkin dari ilmu Agama. Ya... jawabannya disitu. Saya sedang belajar untuk menolong diri saya dengan cara menolong orang lain. Dengan begitu saya bisa bertanggung jawab untuk menyayangi, mencintai kehidupan ini. Saya katakan, tiap manusia sudah disediakan kehidupan kecil. ya kecil. Besar terlihat karena melihat bumi ini sangat luas untuk dijajaki. Buktinya, kita tidak mengenal semua penghuni dunia. Kecil, karena kita punya rumah yang sudah sangat familiar. Kantor yang juga bisa kita jelajahi. Jadi memang kita punya kehidupan yang sangat kecil. Ah, kadang hati seseorang yang paling kecil saja tidak mampu kita taklukkan (ngomong dewe).

Dengan "lingkungan" terbatas seperti ini, kita berusaha dan berlomba untuk bisa memaksimalkan kebaikan sampai diatas 100% kemampuan terbaik kita. Ujung-ujungnya, toh kita akan ditempatkan di rana gaib yang (mungkin) sama. Surga atau neraka. Jadi, sesuatu apapun yang akan kita lakukan, benar-benar akan berujung di sana. Tapi esensinya itu lho. Bagaimana caranya menikmati kehidupan ini tanpa perlu paksaan dan perihal amal-amalan. saya ingat benar nasihat guru saya tentang bagaimana melakukan kebaikan tanpa memikirkan berapa pahala yang didapat. Jikalau seperti itu, maka kita ini menjadi hamba yang terpengusaha, Terlalu hitung-hitungan terhadap Allah. Padahal kita ingat betul kan, bahwa amal kita pun tidak dapat menolong kita masuk surga. Semua itu semata-mata karena keridhoan Nya.

Tentang bagaimana caranya berada pada jalan lurus tersebut, pastinya tiap orang mempunyai strategi masing-masing yang dapat mengantarnya pada kerelaan beraktivitas. Hmm.... kalau saja kehidupan ini bisa berbicara. Mungkin ia akan menyetting waktu di malam hari saja sampai hari kiamat. Biar semua manusia tertidur saja. Tidak bangun dan berbuat maksiat, berbuat keburukan untuk dirinya, orang lain, dan alam.

Yang pasti, bersyukur yang tidak berhenti untuk keteguhan iman atas suatu keyakinan. Ini benar-benar sangat membantu dalam pencarian jati diri, penenangan jiwa dan hati yang sedang galau dan sedih, serta pencarian tentang kebahagiaan dari syukur, sabar, dan ikhlas.






Wassalam,

3 Orang yg bilang gini:

  1. makasih untuk sharingnya, maniis :-*

    BalasHapus
  2. Saya hanya bisa manggut2 dan merenung... TT__TT

    BalasHapus
  3. @ fenty : sama-sama :)

    @ Asop : saya juga, sop. :(

    BalasHapus