Langsung ke konten utama

Hidup, apa kabar?

Assalamualaikum,
Saya rasa ada banyak hal yang saya harus syukuri untuk menghargai kehidupan saya dan kehidupan dari kehidupan itu sendiri. Bingung? Saya hampir. Terkadang saya lupa bagaimana memperlakukan secara baik kehidupan itu sendiri. Baik lingkungan, orang-orang di dalamnya, waktu seperti siang dan malam, dan hal-hal kecil yang sering saya lewatkan.

Saya tidak menjabarkan seperti apa kehiduapan itu sendiri. Tapi saya merasa mungkin kehidupan ini adalah alam dan hal-hal diluar "kemanusiaan". Sesuatu yang tidak diuraikan oleh ilmiah. Mungkin dari ilmu Agama. Ya... jawabannya disitu. Saya sedang belajar untuk menolong diri saya dengan cara menolong orang lain. Dengan begitu saya bisa bertanggung jawab untuk menyayangi, mencintai kehidupan ini. Saya katakan, tiap manusia sudah disediakan kehidupan kecil. ya kecil. Besar terlihat karena melihat bumi ini sangat luas untuk dijajaki. Buktinya, kita tidak mengenal semua penghuni dunia. Kecil, karena kita punya rumah yang sudah sangat familiar. Kantor yang juga bisa kita jelajahi. Jadi memang kita punya kehidupan yang sangat kecil. Ah, kadang hati seseorang yang paling kecil saja tidak mampu kita taklukkan (ngomong dewe).

Dengan "lingkungan" terbatas seperti ini, kita berusaha dan berlomba untuk bisa memaksimalkan kebaikan sampai diatas 100% kemampuan terbaik kita. Ujung-ujungnya, toh kita akan ditempatkan di rana gaib yang (mungkin) sama. Surga atau neraka. Jadi, sesuatu apapun yang akan kita lakukan, benar-benar akan berujung di sana. Tapi esensinya itu lho. Bagaimana caranya menikmati kehidupan ini tanpa perlu paksaan dan perihal amal-amalan. saya ingat benar nasihat guru saya tentang bagaimana melakukan kebaikan tanpa memikirkan berapa pahala yang didapat. Jikalau seperti itu, maka kita ini menjadi hamba yang terpengusaha, Terlalu hitung-hitungan terhadap Allah. Padahal kita ingat betul kan, bahwa amal kita pun tidak dapat menolong kita masuk surga. Semua itu semata-mata karena keridhoan Nya.

Tentang bagaimana caranya berada pada jalan lurus tersebut, pastinya tiap orang mempunyai strategi masing-masing yang dapat mengantarnya pada kerelaan beraktivitas. Hmm.... kalau saja kehidupan ini bisa berbicara. Mungkin ia akan menyetting waktu di malam hari saja sampai hari kiamat. Biar semua manusia tertidur saja. Tidak bangun dan berbuat maksiat, berbuat keburukan untuk dirinya, orang lain, dan alam.

Yang pasti, bersyukur yang tidak berhenti untuk keteguhan iman atas suatu keyakinan. Ini benar-benar sangat membantu dalam pencarian jati diri, penenangan jiwa dan hati yang sedang galau dan sedih, serta pencarian tentang kebahagiaan dari syukur, sabar, dan ikhlas.






Wassalam,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…