Langsung ke konten utama

Beli-beli

Belum sempat saya tulis bagaimana perjalanan terlucu yang saya punya tahun kemarin. Setelah 7 hari saya melaksanakan Umroh dengan keluarga dan kerabat. Kita ber 18 orang, jadi bayangkan kalau bakal rame banget pesawat Emirates kala itu. Kita bikin arisan sendiri. Main kartu sambil godain pramugari-ra. Ganjen religi emang. Setelah satu hari visit di Dubai, bertandang 4 hari di Turki. 


Saat itu tiba di Turki  uda margiban. Dengan kondisi suhu 12 derajat selsius. Dingin memang. Tapi gak sedingin hati abg yang lagi galau. Saat tiba waktu makan malam, kita makan sebentar di kedai china (Turki ini salah satu negara Muslim terbesar.Jadi makanannya sebagian besar halal). Nhaa...di waktu terakhir akan capcuz ke hotel, saya ini tiba-tiba terdapati akan mengalami sistem period tiap bulan. Womenly lah saya pasti kerasa kan? (iya, saya perempuan). Lupanya saya, saya tidak membawa bekal apa-apa untuk hal satu itu. Jadinya saya harus bergegas mencari kios atau toko kecil atau supermarket apapun yang menjual perlengkapan kewanitaan tersebut. Dan, saya sudah menduga, bahwa kebanyakan orang Turki memang tidak bisa bahasa Inggris. *tepok jidat. Ceraitanya, di depan kedai china tadi ada kios kecil. Masuk lah saya ke bangunan bergaya minimalis eropa itu. Kalau kios di Turki, kita hampir tidak bisa self service. Kebanyakan pasti di tanya apa yang akan di beli oleh penjual toko nya. Apalagi muka saya ini muka pribumi Indonesia Raya merdeka merdeka. Klop dah. Saya berusaha mengatakan keinginan saya untuk membeli keperluan period wanita dengan santainya mengatakan, "do you have sanitary napkins?", sungguh sudah saya utarakan hal itu pada penjaga toko. Bapak penjaga itu cuma geleng-geleng tersenyum sambil mengangkat tangan kanannya, menangkap isyaratnya seraya bertanya pada saya, "kate tuku opo se,nduk (mau beli apa sih, nak)?". Hening sejenak. Ingin saya praktekkan bagaimana caranya mendeskripsikan barang kebutuhan para perempuan itu. Tapi saya bingung juga.Mungkin malah saya diusir sama penjaga tokonya. Saya juga hampir berkata istilah kebanyakan yang di pakai di Indonesia. Tapi juga gak mungkin, saya gak rela ngomongnya. Saya berpikir keras, opsi terakhir adalah memintya tolong tour guide saya yang kebetulan keduanya laki-laki. Siap malu. Dan siap terjun ke Mesjid biru.

Pemakaian bahasa gerak gempita pun gagal. Untungnya ada satu konsumen Turki lainnya yang datang. Selagi pak penjaga toko meladeni si pembeli dadakan tadi, mata saya secara cekatan mencari si sosok sofsof impian. Nhaa... mata saya tertuju pada sebungkus besar benda keinginan saya. Alhamdulillah, sujud sujud kalau ada sajadah. Saya tunjuk barang bermerk itu pada pak penjaga toko dan.... kami pun tertawa toleransi. Jadi, mungkin, saat para sahabat pergi ke suatu negara, jangan lupa untuk 'sangu' bahasa negara tersebut sebagai pelancar. Karena, saya terlihat sangat konyol di hadapan bapak itu. Saya mempermalukan negara saya sendiri. Maafkan saya, Indonesia.




iyi ak┼čamlar,


Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…