Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2012

Beli-beli

Belum sempat saya tulis bagaimana perjalanan terlucu yang saya punya tahun kemarin. Setelah 7 hari saya melaksanakan Umroh dengan keluarga dan kerabat. Kita ber 18 orang, jadi bayangkan kalau bakal rame banget pesawat Emirates kala itu. Kita bikin arisan sendiri. Main kartu sambil godain pramugari-ra. Ganjen religi emang. Setelah satu hari visit di Dubai, bertandang 4 hari di Turki. 

Saat itu tiba di Turki  uda margiban. Dengan kondisi suhu 12 derajat selsius. Dingin memang. Tapi gak sedingin hati abg yang lagi galau. Saat tiba waktu makan malam, kita makan sebentar di kedai china (Turki ini salah satu negara Muslim terbesar.Jadi makanannya sebagian besar halal). Nhaa...di waktu terakhir akan capcuz ke hotel, saya ini tiba-tiba terdapati akan mengalami sistem period tiap bulan. Womenly lah saya pasti kerasa kan? (iya, saya perempuan). Lupanya saya, saya tidak membawa bekal apa-apa untuk hal satu itu. Jadinya saya harus bergegas mencari kios atau toko kecil atau supermarket apapun yan…

Allah, forgive me.

Assalamualaikum, Saya terhenyak setelah membaca sedikit wacana siang kemarin.
Pernah mencela hujan karena menghalangi aktivitas? Atau pernah mencela panas yg terik? Dalam sebuah hadits qudsi, Rasulullah SAW bersabda, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :
 "Anak Adam telah menyakiti Aku, dia mencaci maki masa (waktu), padahal Aku adalah pemilik dan pengatur masa. Aku-lah yang mengatur malam dan siang menjadi silih berganti." (HR. Bukhari no. 4826 dan Muslim no. 2246, dari Abu Hurairah).
Lalu Manusia Mulia, Rasulullah SAW juga bersabda dalam HR. Tirmidzi no. 2252, dari Abu Ka’ab. Syaikh Al Albani,"Janganlah kamu mencaci maki angin."
Seketika saya merasa bersalah. Tidak pernah saya sesedih ini setelah ditinggal pergi oleh kakek saya, Bapak Sihab. Tidak, tidak sesedih saat saya membaca kata demi kata dari kalimat tercetak tebal tersebut. Itu, semacam pisau tajam yang mengeruak dalam sakitnya. Terdiam beberapa lama sambil meminta ampun ndak berhenti-henti. Astagfirullah. Say…

Hidup, apa kabar?

Assalamualaikum,
Saya rasa ada banyak hal yang saya harus syukuri untuk menghargai kehidupan saya dan kehidupan dari kehidupan itu sendiri. Bingung? Saya hampir. Terkadang saya lupa bagaimana memperlakukan secara baik kehidupan itu sendiri. Baik lingkungan, orang-orang di dalamnya, waktu seperti siang dan malam, dan hal-hal kecil yang sering saya lewatkan.
Saya tidak menjabarkan seperti apa kehiduapan itu sendiri. Tapi saya merasa mungkin kehidupan ini adalah alam dan hal-hal diluar "kemanusiaan". Sesuatu yang tidak diuraikan oleh ilmiah. Mungkin dari ilmu Agama. Ya... jawabannya disitu. Saya sedang belajar untuk menolong diri saya dengan cara menolong orang lain. Dengan begitu saya bisa bertanggung jawab untuk menyayangi, mencintai kehidupan ini. Saya katakan, tiap manusia sudah disediakan kehidupan kecil. ya kecil. Besar terlihat karena melihat bumi ini sangat luas untuk dijajaki. Buktinya, kita tidak mengenal semua penghuni dunia. Kecil, karena kita punya rumah yang suda…

Thank You

I was so far from you 
Yet to me you were always so close 
I wandered lost in the dark 
I closed my eyes toward the signs 
You put in my way 
I walked everyday 
Further and further away from you 
Ooo "Allah, you brought me home 
I thank You" with every breath I take. 

Alhamdulillah, Elhamdulillah 
All praises to Allah, All praises to Allah 
Alhamdulillah, Elhamdulillah 
All praises to Allah, All praises to Allah. 

I never thought about 
All the things you have given to me 
I never thanked you once 
I was too proud to see the truth 
And prostrate to you 

Until I took the first step 
And that’s when you opened the doors for me 
"Now Allah, I realized what I was missing 
By being far from you." 





~Thank You Allah - Maher Zain~