Assalamualaikum,
Saya hanya merasa ber-appetite (berkeinginan besar) dalam menjaga diri. Entah dari sudut mana saja yang bisa 'dilihat'. Tapi saya hanya berproses ke sesuatu yang lebih baik. Dan, banyak hal diluar apapun yang (mungkin, belum) bisa diterima beberapa orang. Jujur sahabat, saya suka sedih sendiri mendengar banyak orang membicarakan (maaf) keburukan, kelemahan, keterbatasan orang lain. Telinga saya 'memanas', syukur-syukur tidak menyala menyaingi lampu lalu lintas. Apalagi meledak. Ini hanya masalah prinsip. Saya merasa lebih nyaman bermajelis di tengah orang-orang yang punya pikiran positif. Kebanyakan dari mereka banyak memberi pandangan baik, dukungan, dan saling mengingatkan.
Saya suka bertemu dengan orang-orang yang punya pola pikir sederhana. Melihat sisi baiknya, mereka tidak direpotkan dengan hal-hal besar yang sensitif. Penting rasanya memang bertemu dengan banyak orang yang berbeda-beda, umur, ras, suku, agama. Dan hal seperti ini lah yg saya syukuri. Kehidupan nomaden di Papua membawa dampak yang besar saat ini. Saya merasa 'lebih siap' bertemu dengan orang baru (insya Allah). Sesuatu yang saya anggap 'besar' ini memang modal sikap.
Padahal saya ini tipikal sentimentil. Gampang terbawa perasaan. Sedikit-sedikit terharu, sedikit-sedikit nangis. Jadi memungkinkan saya untuk menjaga betul hati saya. Hahaha.... Jadi, intinya saya sangat tidak nyaman dengan hal diatas tadi. Tolong, sahabat. ingatkan saya saat sesuatu yang tidak saya ketahui saya umbar dengan 'tidak bersalah'nya.
Semoga segala kebaikan menyertai kita semua ya. Amin.
Wassalam,

0 Orang yg bilang gini:
Poskan Komentar