Langsung ke konten utama

The Q(s)

Assalamualaikum,

When many people get buzy to focus of your life, they note your look, hair do, school, job, or even very personal thing as we called romance, what are you trying to defend, Sahabat? :)) Get mad, shame on, break the cameras (pretending that u're famous by now) ?!. Hahaha....
I was a sensitive one. It was hard to hold my own self to not being 'nature'. You know, crying, keep crying, and all the tears on own eyes things. =))

Bagaimana saya sekarang? Berusaha tidak menjadi manusia seperti paragraf di atas (Amin, y Allah). Saya cenderung, tertawa (yang sebelumnya tersenyum). Saya rasa hal terlucu melihat sisi lain dari sese/beberapa-orang dalam hal "keperhatian" terhadap diri kita. Walaupun dengan niat yang baik, tidak banyak pula "terlihat" bizarre pada akhirnya. Orang akan menilai apa-apa dari diri kita, dan mengomentari seakan-akan mereka telah melakukan hal yang benar dan telah.... sempurna :). Itu lucu. Sebenarnya masih tidak bermasalah jikalau pertanyaan di teruskan dengan dukungan dan solusi. Jagooo. Hebat Masya Allah. Ujung-ujungnya, keusahaan kita menjadi sumber kesalahan terbesar menurut mereka. Entahlah, apakah kita wajib mengikut sertakan seluruh orang bumi untuk melihat usaha dan doa kita. :)) Ini lucu. It looks like they're trying to manage our life. [Don't be so sure about your good deeds, sir madam]. Why don't they do to make their life completely without being "master" of any people. Berat memang berat. Kita harus punya jawaban tersendiri yang bisa memuaskan...ouw...saya ralat....jawaban yang bisa menyinggung baik kedua belah pihak. :)

Bersyukurlah para sahabat saung yang menjalani kehidupan ini dengan baik tanpa mengikuti 'paksaan' orang lain. Mereka tahu apa-apa yang menjadi citanya. Terlebih yang mengiblatkan segala sesuatu untuk BISA dan HANYA dinilai oleh Rabb nya SAJA. Karena tiap orang mempunyai garis kehidupan yang berbeda, jadi Jangan mematahkan semangat mereka dalam mengejar kebahagiaan yang sudah mereka tata rapi. Untuk itu, saya, dan para sahabat saung yang dicintai saya beserta pemilik rumah makan. Ada baiknya saat sebuah kritik dan saran kita alamat kan untuk seseorang atau beberapanya, jangan lupa untuk menyelipkan dukungan dan solusi yang lebih banyak dari pertanyaan yang 'menyesatkan'. Karena di tiap kita lebih membutuhkan dukungan yang adalah pengganti kehadiran dan pelukan teman yang menenangkan.

So, all of you, the Big Q of "Kenapa belum begini dan begitu". Beware !!!! Hyahahaha....... *terbang ke genteng.




Wassalam, 

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…