Langsung ke konten utama

[Jedheeeeezzzz]

Assalamualaikum,
Akhir-akhir ini saya menyukai dunia percetakan. Termasuk orang-orang yang bekerja didalamnya. Ceritanya, saat saya menggarap proyek buku biografi Papa saya yang harusnya bulan november kemarin sudah naik cetak, terbengkalai karena sakit melanda hampir sebulan. Saya sempat kebingungan. Waktu itu materi akhir dan foto-foto belum saya sentuh. Papa saya ada di Papua sana, saya di Malang masih bingung bagaimana caranya mewawancarai si narasumber itu. Dengan proses yang panjang di tambah kuisioner untuk beberapa narasumber lain yang juga lamaaaaa sekali, singkat cerita terkumpul lah semua materi mentah si calon buku ini. Lalu giliran saya cari percetakannya. Beuh. Mumet dah. Saya sempat sedikit frustasi karena masalah ini. Cari sana cari sini, membuat semua hampir menguras hati (iya hati. Ndak pake penjelasan) .

Bertemulah saya dengan tetangga saya yang kebetulan bekerja di salah satu percetakan. Setelah saya kasih bahan mentah saya untuk di edit, lalu keluarlah draft pertama buku tersebut. Yang membuat saya senang selain buku ini mau jadi adalah, ternyata tetangg saya ini hebat dan pintar. Saya ini orangnya penasaran, ahli bertanya. Jadi apa-apa mengenai masalah percetakan saya tanya di sela-sela editing bersama beliau. Mulai dari pekerjaan editor di beberapa percetakan buku, majalah atau pun koran, sampai tuags beliau sebagai manager teknisi. Tangannya itu looh. Gak butuh waktu banyak untuk taruh di Adobe page maker. Atau bagian editing foto. Masya Allah, cepat sekali. Beliau bertutur, kalau untuk membuat sebuah buku itu tidak mudah. Prosesnya panjang. Mulai dari penulis itu sendiri. Lalu settingan di page maker tadi. Belum lagi sebelum kesemuanya harus di saring dulu di bagian edit ini edit itu. Dan waktunya.... bisa hitungan bulan. Bisa juga tahun. Wow. Jadi gak kaget deh ya, banyak penulis untuk harus menunggu karyanya bisa jadi suatu 'hardware', istilah saya, dalam jangka waktu yang lama. 

Di luar itu visi misi tetangga saya mengenai pekerjaannya itu juga hebat. Beliau itu tidak asal main 'nempel' aja. Di luar itu, dia punya rasa tanggung jawab yang tinggi pula terhadap pembaca. Jadi bukan hanya si penulis saja yang punya andil dalam 'memanja' pembaca. Itu hebat, komersialisai itu dibagian keberapa gitu. Jarang saya bisa bertemu orang-orang seperti beliau. Selain pintar, beliau tidak mau menggurui saya yang masih awam ini. Malah jadi banyak sekali ilmu rupa-rupa mengenai buku. 

Saya pikir malah kemarin jadi evaluasi saya yang terakhir, ternyata masih ada tugas dari draft kedua yang harus saya lihat lagi. Tapi totally saya sangat menikmati tugas saya tersebut. Saya lebih giat menulis, juga EDIT. Mungkin target buku lagi masih tetap berjalan selain jadi penulis lepas. Iyes, saya sekarang merangkap jadi penulis lepas. Tiap hari saya menulis (termasuk hari ini). Harapan saya, saya banyak baca buku, koran, majalah, nukilan, berita, Al Quran. Termasuk juga menerima banyak saran dan kritikan. Paling tidak nanti saya bisa jadi orang baik seperti sahabat-sahabat sekalian. Bisa saling mengingatkan menginspirasi dan berkebaikan.


Okei, selamat membaca, selamat menulis, selamat bekarya.



Wassalam,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…