Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Desember, 2011

Lensa bertiga

Assalamualaikum,

Oiaaa.... kalau ada yang masih ingat dengan postingan saya tentang Lomo Disderi 3 Lens (yang belum ingat, buka lagi. Kalau masih belum ingat juga, saya segarkan kembali dengan air 7 rupa Mak Bongky).
Nha, barusan saya di mention oleh si Lilo, pemuda (pemudi, saya juga ndak yakin) menawarkan online shop tentang Lomo Toycame. Huuuu... saya baru sadar kalau hadiah dari Paman Xapi itu bisa didapat di Toko Lilo (padahal punya saya hadiah dari salah satu game di luar Indonesia sana).
Setelah mengubek-ubek, saya jadi ingin mencoba peruntungan lain tentang fotografi. Bermain dengan Jelly Lens. Wiii, it will be fun. Tapi ya, walaupun si Lilo ini di saungnya di Malang, takutnya barang-barangnya sold sebelum sempat di Upgrade. Semoga ada ya... Mohon doanya ya. *kecup kubah mesjid.




Wassalam,

Alamat rumah Mu

Sekarang baru terasa..../
Surga itu jauh dari anggapan saya/
Jaraknya berjangka-jangka waktu berkala/
Tidak habis terhitung pandangan mata/

Mungkin perjalanan saya nantinya akan tertatih/
Banyak jatuh berkali-kali/
Sungguh tiada yg dapat membantu selain Illahi Robbi/
Kembali saja sudah tidak mungkin terjadi/
Apalagi mempercepat diri/

Rasa-rasanya, saya terjebak dalam duniawi/
Yang di dalamnya menawar nikmat surga & pembenci/
Yang apabila madu tidak semanis yang dulu/
Atau tuan rumah yg tak ingin lagi menjamu/

Suatu saat, akan ada yang melukis hari dari awan hitam/
Biar petir dan angin menjelajahi kulitnya/
Dan hujan yang membasahi pelipis mata/
Saya saja, atau kalian juga?/



Surga itu masih jauh adanya.




Pendosa,




[Jedheeeeezzzz]

Assalamualaikum, Akhir-akhir ini saya menyukai dunia percetakan. Termasuk orang-orang yang bekerja didalamnya. Ceritanya, saat saya menggarap proyek buku biografi Papa saya yang harusnya bulan november kemarin sudah naik cetak, terbengkalai karena sakit melanda hampir sebulan. Saya sempat kebingungan. Waktu itu materi akhir dan foto-foto belum saya sentuh. Papa saya ada di Papua sana, saya di Malang masih bingung bagaimana caranya mewawancarai si narasumber itu. Dengan proses yang panjang di tambah kuisioner untuk beberapa narasumber lain yang juga lamaaaaa sekali, singkat cerita terkumpul lah semua materi mentah si calon buku ini. Lalu giliran saya cari percetakannya. Beuh. Mumet dah. Saya sempat sedikit frustasi karena masalah ini. Cari sana cari sini, membuat semua hampir menguras hati (iya hati. Ndak pake penjelasan) .
Bertemulah saya dengan tetangga saya yang kebetulan bekerja di salah satu percetakan. Setelah saya kasih bahan mentah saya untuk di edit, lalu keluarlah draft pert…

The Q(s)

Assalamualaikum,

When many people get buzy to focus of your life, they note your look, hair do, school, job, or even very personal thing as we called romance, what are you trying to defend, Sahabat? :)) Get mad, shame on, break the cameras (pretending that u're famous by now) ?!. Hahaha.... I was a sensitive one. It was hard to hold my own self to not being 'nature'. You know, crying, keep crying, and all the tears on own eyes things. =))
Bagaimana saya sekarang? Berusaha tidak menjadi manusia seperti paragraf di atas (Amin, y Allah). Saya cenderung, tertawa (yang sebelumnya tersenyum). Saya rasa hal terlucu melihat sisi lain dari sese/beberapa-orang dalam hal "keperhatian" terhadap diri kita. Walaupun dengan niat yang baik, tidak banyak pula "terlihat" bizarre pada akhirnya. Orang akan menilai apa-apa dari diri kita, dan mengomentari seakan-akan mereka telah melakukan hal yang benar dan telah.... sempurna :). Itu lucu. Sebenarnya masih tidak bermasalah j…

Sisi yang ini

Assalamualaikum,
Saya hanya merasa ber-appetite (berkeinginan besar) dalam menjaga diri. Entah dari sudut mana saja yang bisa 'dilihat'. Tapi saya hanya berproses ke sesuatu yang lebih baik. Dan, banyak hal diluar apapun yang (mungkin, belum) bisa diterima beberapa orang. Jujur sahabat, saya suka sedih sendiri mendengar banyak orang membicarakan (maaf) keburukan, kelemahan, keterbatasan orang lain. Telinga saya 'memanas', syukur-syukur tidak menyala menyaingi lampu lalu lintas. Apalagi meledak. Ini hanya masalah prinsip. Saya merasa lebih nyaman bermajelis di tengah orang-orang yang punya pikiran positif. Kebanyakan dari mereka banyak memberi pandangan baik, dukungan, dan saling mengingatkan. 
Saya suka bertemu dengan orang-orang yang punya pola pikir sederhana. Melihat sisi baiknya, mereka tidak direpotkan dengan hal-hal besar yang sensitif. Penting rasanya memang bertemu dengan banyak orang yang berbeda-beda, umur, ras, suku, agama. Dan hal seperti ini lah yg saya s…

Fenty Fahmi

Assalamualaikum, Fenty Fahmi, dulunya saya berbalas jurnal dengannya. Saya di Malang dan Fenty di Surabaya. Setelah lama 'berkenalan' di jejaringan maya, saya bertemu dengannya di.... ah, saya lupa jua. Sepertinya di Surabaya. :) Penulis, pengajar, rendah hati, baik pula. Saya jarang mendapatkan manusia multigoodness seperti perempuan berhijab ini. So, akan sangat menyenangkan apabila kami berkumpul dalam satu meja, berbicara banyak hal, berbagi dan..... menggunakan kamera secara optimal. :) 
Dengan santunnya, saya akan menjawab apa-apa yang menjadi pertanyaan Fenty mengenai dirinya. Semoga bisa mewakili Pangeran William.


Pertama, saya kan mau publish buku saya nih, bisa dipastikan kalian membelinya nggak ? Insya Allah. Asal gak mahal. :DPaling suka sama merek mobil apa ? Apa alasannya ? (hihihi. Ada apa dengan pertanyaan ini?) Toyota,  kekuatan mesinnya tidak di ragukan.Lebih sering melihat masa lalu atau berpikir tentang masa depan ? Melakukan keduanya dengan berkebaikan dan.…