Assalamualaikum,
Ngapunten.
Banyak yang saya pelajari 3 minggu ini selama di atas tempat tidur. Harusnya gak ada uneg-uneg. Harusnya menikmati, harusnya banyak-banyak bersyukur. Semoga segala kesehatan menyertai sahabat saung semua mua. Dua pencernaan tubuh saya sedang 'ngambek'. Untuk itu saya 'diperhatikan'Nya dengan bedrest 3 minggu ini. Alhamdulillah. Saya sama sekali tidak merasa kekurangan apa-apa. Banyak diperhatikan.
Dalam musim panca(be)roba ini memang banyak penyakit-penyakit yang intens menyerang raga para makhluk hidup. Tidak hanya manusia, kucing, koi dan burung kakak tua saya pun juga ikutan sakit sepertinya. Saya mau berbagi sedikit tentang apa-apa yang harus diperhatikan mengenai pertahanan sebelum sakit. Khususnya yang punya masalah dengan usus.
Bagi sahabat yang suka beraktivitas berlebih (suka main di genteng rumah orang, berenang di samudra, baca koran terbalik, dst) diharapkan berhati-hati dengan segala kegiatan. Jangan sampai terlalu capek. Terlebih mengkonsumsi makanan luar yang belum tentu terjamin kebersihan makanannya.
Adalah salmonella thypy (nama si cantik bakteri) yang berpengaruh besar terhadap penyakit di usus halus. Bakteri melalui maknan atau minuman ini saat masuk ke pencernaan bisa melukai lambung dan kemudian usus halus.
Gejala awal yang saya alami saat itu memang mual. Setelah ke dokter, saya terkena infeksi lambung. Badan saya tidak panas seperti ciri-ciri penyakit tipes. Hanya saja, badan saya lemas, seperti meriang hebat. Tapi masih terlihat sehat kelihatannya. Setelah 3 hari saya periksa lab sampai USG (karena takut empedu saya bengkak), ternyata hasilnya Positif Tipes (horeeee....pestaaa. #lho). Nha loo, pastinya saya harus istirahat total. Tahu mengapa harus bedrest? Karena jika bergerak, badan panas, maka si salmonella akan cepat berkembang biak. Dan usus pun akan terasa sakit karena luka. Jadi...stop doing extra acvtive. Dengarkan Dokter !!!!. =)) Pun dilarang untuk makan sayur yang banyak. Karena serat makanan akan bekerja ekstra dan mengenai luka pada usus halus itu. Di anjurkan untuk makan yang halus-halus saja.
(mati lampu... dan harus segera menyelesaikan jurnal ini dengan cepat) --hadeh hadeh--
Saya sempat mengkonsumsi obat cacing tanah. Berasa seperti makan makanan ikan koi saja. Menyatu sangat dengan alam. Tips juga ni sahabat. Kalau ada yang terkena gejala, bisa juga dengan cara tradisional. Parut labu putih, peras sampai mengeluarkan sari, dan minum deh 3x sehari. Pesan yang lain, tentu saja makan makanan yang bersih, makanan rumah, dengan proses memasak yang baik pula agar bersih, sehat, dan enak (ini mah ikut koki rumah). Dan mandirilah dalam hal waktu makan. Sangat penting.
Jangan lupa juga banyak-banyak berdoa waktu sakit. Banyak sabar, positif. Sekalian aja manja sama orang rumah. Hehehe..... Sehat terus y, sahabat. Dan saya...(Alhamdulillah) sudah sehat sekarang. Terima kasih teman-teman yang sudah datang menjenguk. Pun yang mendoakan. :D
Wassalam.
Salam Bugar,

keknya kamu dilarang makan sushi deh
BalasHapus*berjingkat pergi*
SELAMAT SUDAH SEMBUH! JANGAN NAKAL YA NAK!
lho lho lho......*nggandol.
BalasHapuspesen no ayam teriyakiiii,mbak. :(
woalaaaah, lama ilang karna sakit toh, alhamdulillah udah sembuh ya...
BalasHapusHey, saya ketawa pas mbaca "obat cacing tanah". Benarkah nama obatnya "obat cacing tanah"? :D Kedengaran seperti "obat penyubur pertumbuhan cacing tanah". ^^
BalasHapus@ Grandiz : iya alhamdulillah. :)
BalasHapus@ Asop : Beneran. Obat cacing tanah itu. Rasanya seperti makanan Koi. :(