Langsung ke konten utama

Kewajanan

Saya rasa lucu aja, sahabat saya yang akan menikah november depan. Ada perbincangan khusus di kamar saya, tentu antara saya dan sahabat saya itu. Saya sih yang bertanya duluan. Perihal tentang makanan kegemaran calon mahram*nya tersebut. Dia menggeleng. Cerita berbuntut very past-nya. Salah satu tante calon mahram sahabat saya itu, sebut saja Rendra, yang hampir di ajak ke negeri koala tersebut, keseringan di beri makanan kebaratan. Sampai-sampai kebiasaan nasi dan topping keju saja menjadi makanan favoritnya sampai saat ini. =)) Indah, bukan? Perkawinan bahan antara west dan local yang sempyurna (munyun).

Saya lalu ber-ide, menuang sedikit pengalaman saya tentang makanan begituan. Saya suka masakan barat dan segala cainis fud. Dan saya doyan sangat tentang masak-masakan dengan bahan-bahan lokal. Saya bagi ilmu saya bagaimana caranya bikin pancake kentang dan saus kacang merah. Yang paling gampang adalah pasta spageti (ukuran 1-1) dengan saus bolognaise, atau saya saos jamur sosis atau daging asap kacang polong. Dengan seksama sahabat saya itu mencermati kata demi kata yang keluar dari mulut si noge** ini. Jujur pula, saya gak jago-jago amat tentang masakan Jawa (masakan Emak saya). Tapi belajar juga dari kakak sepupu saya yang ada di rumah. Tapi orang serumah bisa mengandalkan saya kok dalam hal menggoreng (goreng-icip-habis). =))

Akhirnya timbul lah ide jahat kami berdua. Asrtagfirullah. Keliatan banget kalau jurnal ini membawa pengaruh buruk untuk pembacanya. Setelah kami sama-sama tahu dimana kekurangan kami dalam kedapuran. Kami sepakat, untuk membeli Indomhi satu kardus untuk calon mahram kami nanti. (okeiiii, itu ide saya untuk calon mahram saya). Jadi, kalau sudah menikah, saya mau sangu kitab masakan emak saya yg supeeeeer gede itu. Saya bakar dan saya minum. Lihat reaksi yg ada. Seluruh apotik akan kehabisan obat diare oleh saya. Tapi tidak, setelah operasi mengerikan 5 tahun lalu karena mie instant nomor satu di Indonesia itu, saya jarang menjamah lagi. Saya suka masakan kreasi saya sendiri. Dan akhirnya, setelah perbincangan panjang dan lama soal menu tadi. Saya selipkan rahasia lumayan lama saya kepada sahabat saya tersebut, "Saya juga bisa bikin bakwan(ote-ote) jakarta itu lho,mbak". See, lihat bagaimana kalimat tadi mengandung kesombongan, kepercayaan diri yang luar biasa takaburnya. 

Yuk, jadikan masakan adalah hobi. Masak dirumah dijamin bersih, halal. Biar yang masuk di perut ini berkah. 

nb:
  • *mahram = ikatan yang bisa dinikahi menurut Islam. Jangan terbalik dengan muhrim, orang yang memakai pakaian ihram.
  • **noge = bahasa papua, ndeso.





Salam osreng-sreng

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…