Assalamualaikum,
Saya baru saja berkoneksitas dengan sahabat saya, Icha, yang sekarang sedang berlibur di tempat Kanguru sana. Sudah hampir seminggu ini dia miber ninggalin Indonesia bareng keluarga calon masa-depannya (amin). Saya ingat benar, bagaimana dia kepikiran panjang menghadapi imigrasi keberangkatan kala itu. Bertanya-tanya pada saya yg ilmunya pendek dalam hal keimigrasian. Persiapannya bejubel karena dia akan berada disana hampir sebulan, cukup untuk bisa menguasai bahasa kanguru, eh, nganu, Inggris Ausie.
Dulu, waktu saya pertama kali kenal dengan ni tetangga. Terus kita kemana-mana main bareng. Pelukan bareng kalau lagi senang, suka umbar kue gratis ke rumah. Sesaat setelah itu saya mendadak harus pergi ke Bali untuk urusan silaturahim. Si icha ini datang ke rumah untuk menemui saya. Lha gak dianya, travel yang menjemput saya ujuk-ujuk sudah di depan rumah. Dia nangis aja meluk saya. Aneh? Gak lah, mental saya dari dulu sudah menggemaskan. Padahal juga saya pergi dengan hanya memakan waktu 4 hari.
Entahlah apa yang ada dalam pikiran anak sehat walafiat ini. Tadi saya bertanya tentang apa-apa saat imigrasi di Bali atau bagaimana perjalanan di atas pesawat. "Semuanya lancar", katanya. Ternyata apa yang selama ini ditakutkan imajinya, berubah menjadi situasi baru yang menyenangkan. Penting memang untuk menggali informasi saat pertama kali ke luar negeri. Sesama negara Asia kah, Benua kah, atau kah planet lain yang gak tahu arah tujuannya. Silahkan. Asal punya passport. Gak seperti perjalanan akhirat yang cuma modal amal dan dosa. :)
Lalu perubahan besarnya juga saat dia membeli vanilla coke di salah satu mall sendiri. Itu hebat lho. jarang-jarang ada yang mau beli minyak gas di Sydney sana (lha, beli minyak apa soda siik?). Terima kasih sebelumnya untuk operator telekomunikasi nomor satu di Indonesia, juga programer video call suatu aplikasi teruntuk desktop. Ladang pahala tenan anda-anda sekalian dalam mempereratkan tali persaudaraan kami sekalian.
Mudah-mudahan, pertukanan antara Indonesia-Australia dengan promotor Icha (dari Indonesia) dan Koala (dari Australia) berjalan dengan lancar dan khidmat. Semoga icha gak tambah gemuk setelah dari sana, gak pake acara, "berat ku turun sekarang jadi 55 kg", yang biasanya sampai 70 kg (mbwahaha).
Yang mau video call (khusus cewek). Sila tanya via email dulu ya (memupuk mental jadi orang penting). Yuk ah, wassalam.
Salam Kantung Kanguru,


Kaget...kaget...kaget. Uda lama g mampir tampilan blognya berubah. Tp jadi lebih bersih. Simple tapi bagus.
BalasHapusPostingannya jaid ngingetin reuni kecil2an gw--saking kecilnya cuman berdua aja. Anw, kenapa si video callnya sexist gitu? cuman cewek yg boleh? Mmmppphhhhh...
Om je, Om je, Om Je..... ini khusus cewek yaa.
BalasHapusJangan cuba-cuba pakai cadar nanya akun saya atau icha. :))
khusus cewek tapi itu ada poto cowoknya?
BalasHapus