Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2011

Apa kabar Ilmu dan Guru ku?

Ada kalanya, di suatu masa di mana saya mengingat-ingat lagi  bagaimana cara saya berperilaku terhadap Guru dan ilmu yang di ajarkannya. Semakin saya cari hal-hal yang baik, semakin lama saya hampir tidak mendapatkan setengahnya. Saya... payah. Seorang Gurunda (Guru) 'menasihati' saya pada kajian pagi secara streaming di radio online. Saya (alhamdulillah) mulai menyadari pentingnya hal tersebut yang saya anggap sejalan biasa saja. Semoga kesadaran saya ini tumbuh menjadi besar sehingga bermetamorfosis menjadi kecintaan.
Betapa pentingnya ILMU. Apakah itu? Bagaimana rupanya? Apa imbasnya? Subhanallah. Terima kasih Robbi yang sudah membuka mata saya kala itu. Sekalipun ia tidak berwujud fisik secara kasat, ternyata Ilmu adalah salah satu wujud kebesaran Nya. Bagaimana mungkin saya sering sestandar itu dalam menggalinya. Seorang ahli Hadist ternama, kata Gurunda, jika dirinya akan menimba ilmu, bersekolah, maka ia pergi dengan kereta kencana yang bagus dan baju yang mewah. Termu…

Si Icha itu sekarang..

Assalamualaikum, Saya baru saja berkoneksitas dengan sahabat saya, Icha, yang sekarang sedang berlibur di tempat Kanguru sana. Sudah hampir seminggu ini dia miber ninggalin Indonesia bareng keluarga calon masa-depannya (amin). Saya ingat benar, bagaimana dia kepikiran panjang menghadapi imigrasi keberangkatan kala itu. Bertanya-tanya pada saya yg ilmunya pendek dalam hal keimigrasian. Persiapannya bejubel karena dia akan berada disana hampir sebulan, cukup untuk bisa menguasai bahasa kanguru, eh, nganu, Inggris Ausie. 

Dulu, waktu saya pertama kali kenal dengan ni tetangga. Terus kita kemana-mana main bareng. Pelukan bareng kalau lagi senang, suka umbar kue gratis ke rumah. Sesaat setelah itu saya mendadak harus pergi ke Bali untuk urusan silaturahim. Si icha ini datang ke rumah untuk menemui saya. Lha gak dianya, travel yang menjemput saya ujuk-ujuk sudah di depan rumah. Dia nangis aja meluk saya. Aneh? Gak lah, mental saya dari dulu sudah menggemaskan. Padahal juga saya pergi dengan h…

Teteman sekalian

(terpaku 2 jam lebih dengan tampilan editor baru ini. Sudah ganti baju lebih rapi, simpel gitu).




Assalamualaikum. Hai, Sahabat Saung. Tahu kah mengapa saya menyebut kalian dengan sahabat saung? Jawabannya saya pun tak menahu. :)) Saya hanya merasa pembaca adalah kawan terbaik yg mau "mendengar" saya, membenarkan yg salah, menyemangati yg mulai redup. Itu spesial. Jujur, saya jarang berbicara secara personal. Karena kecintaan saya untuk menulis, maka saya alihkan seluruh perasaan gundah gulana gurita terbang saya dengan prosa yg berbeda di ta'arufkan dengan konsep "imaji riang" yang saya punya.
Beberapa waktu yang lalu, saya di hadapkan dalam hal memikirkan artikulasi tentang sahabat. Saya berpikir, sangat lama, sampai saya mengantuk dan tertidur sebentar dengan tangan kanan di telinga dan choki-choki di tangan kiri. Ada yg harus saya lalui saat itu, dengan berpikir sebijak mungkin tentang beberapa teteman. Tentang bagaimana memediasi perasaan dan tingkah laku …