Langsung ke konten utama

"Ke warnet, dan baca ini. Ini buat kamu....!!!"

[Bagian satu]

Dedicated to very simple thing i loved the most. Where are you now?

Andai saya yg menjadi boneka kura hijau itu, maka (mungkin) saya akan menulis tiap waktu, tiap jeda, tiap acuh, bahkan tiap lelap bersama, seperti pemiliknya. (Renotxa).

Kala itu, seperti biasa saya dijejerkan dengan 'makhluk' berkain lainnya. Digantungkan di teralis besi kecil di dekat rak boneka besar. Lalu, karena beberpa waktu lamanya tidak ada yg 'membeli' kami, masuklah kami para 'makhluk' kecil kedalam kotak box sedang dengan tulisan DISKON SAMPAI 70%. Mungkin saja ada pengharapan 'nasib baik' menghampiri.



Agustus 2005, di toko kami, sudut kota semimetropolis. Malam beranjak ke pukul 8. Seorang perempuan masuk ke dakam toko. Melihat-lihat rupanya, mengamati, mencari makhluk terlucu diantara kami. Tidak ada pengharapan lebih, karena kebanyakan pembeli menyukai boneka yg besar. Jarang diantara mereka yg melirik boneka kecil, saya contohnya. Diambilnya boneka kura berleher panjang. Lucu memang, terpusat saya melihatnya karena rak dengan box tempat saya di tata begitu dekat. "Dia sudah mendapatkannya", ujar saya. Dia juga menanyakan biaya untuk membungkusnya. Hmm, harga yg pantas di keluarkan untuk buah tangan. Braaaak.... Penjaga kasir rupanya tidak sengaja menjatuhkan box boneka diskonan. Semua semburat keluar. Sedikit belum di tolehnya karena sibuk dengan pembayaran perempuan tadi. "Itu berapa?", tanyanya pada penjaga kasir. "Boneka diskonan. Kalau yg ini 15000IDR setelah diskon 50%.", jawabnya. Saya pun tak percaya, dia melihat saya yg terjatuh di lantai dengan puluhan boneka lainnya. Mengapa saya? Padahal banyak sekali boneka yg lebih berwarna cerah dan berpita.Untuk siapa saya dibelinya? Padahal masih banyak boneka yg lebih empuk untuk di peluk atau di pegang. Perempuan ini tidak membungkus rapi saya seperti dia membungkus boneka tadi. Biarlah, yg penting saya tidak harus 'melucukan' diri setiap kali kepada pembeli. Saya, sudah dapat teman baru.

Di dalam mobil, dia mengeluarkan saya dari kantong plastik putih, saya baru sadar juga, warna kulit saya lebih cocok dengan putih kecoklatan. Nampak kotor rupanya karena sering jatuh (mungkin). "Okei, kamu di sini saja ya, kura", perempuan tadi menggantungkan saya di suatu pegangan di sebelah kemudi. Entah apa namanya. Mungkin karena ada rantai kecil di belakang punggung saya maka dialihkan fungsi saya dari boneka ke gantungan. Kami bertemu dengan seorang teman perempuannya. Setelah memberikan hadiahnya, kami pulang. Saya masih tetap berada di mobilnya. Sendiri yg tidak bermasalah. Mengamati mobil yg terlihat besar menurut saya, kursi yg berwarna abu-abu gelap, bau pedak bercampur citrus lemon. Saya harus terbiasa dengan itu.

Keesokan harinya, hari kedua menemani pemiliknya. Sebelum keluar dar garasinya rupanya, lekat-lekat dia menatap saya, sedikit-sedikit tersenyum, lalu tertawa. "Mata mu sayu semakin diperhatikan. Kamu harus punya nama. Gimana kalau Le'Jo? Kepanjangan TurteL(E) iJO. Bagus ya?", tawa nya lagi. Yaa, setidaknya saya punya nama. Bukan 'boneka' seperti kepunyaan yg lainnya.

Tapi, siapa namamu, pembeli?



[bersambung]




Salam Ngura,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…