Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Agustus, 2011

Ain't for you,heiya.

Oouw BoA, where did you find this evocative lyric??  :(*melting *getting-tears-on-own-eyes *fainting







nb : Maybe some people think that i'm simply in love but don't. Lyric affects me in so many ways with being troubled rarely. Hihihi.... And so you, Sahabat saung. :)


Being troubled,


"Ke warnet, dan baca ini. Ini buat kamu....!!!"

[Bagian satu]
Dedicated to very simple thing i loved the most. Where are you now?
Andai saya yg menjadi boneka kura hijau itu, maka (mungkin) saya akan menulis tiap waktu, tiap jeda, tiap acuh, bahkan tiap lelap bersama, seperti pemiliknya. (Renotxa).
Kala itu, seperti biasa saya dijejerkan dengan 'makhluk' berkain lainnya. Digantungkan di teralis besi kecil di dekat rak boneka besar. Lalu, karena beberpa waktu lamanya tidak ada yg 'membeli' kami, masuklah kami para 'makhluk' kecil kedalam kotak box sedang dengan tulisan DISKON SAMPAI 70%. Mungkin saja ada pengharapan 'nasib baik' menghampiri.


Agustus 2005, di toko kami, sudut kota semimetropolis. Malam beranjak ke pukul 8. Seorang perempuan masuk ke dakam toko. Melihat-lihat rupanya, mengamati, mencari makhluk terlucu diantara kami. Tidak ada pengharapan lebih, karena kebanyakan pembeli menyukai boneka yg besar. Jarang diantara mereka yg melirik boneka kecil, saya contohnya. Diambilnya boneka kura berlehe…

..tapi jangan Hijab nya..

Assalamualaikum, Sahabat Saung.
Beberapa hari ini saya membaca (sepintas dengan terpaksa) di salah satu rubrik koran langganan saya yg biasanya tidak saya kenan untuk membaca. Well, mungkin karena melihat fashion salah dua jilbaber yg menjadi 'korban' polisi fashion di salah satu tema. Memang harusnya biasa saja ya, karena toh itu cuma rubrik biasa. Namun saya agak canggung dengan komentar salah satu komentatornya yg sepertinya, tangkapan saya, sangat 'tidak biasa'.
Terkadang ada kalanya saya ingin meluruskan beberapa pemikiran tentang Hijab. Karena banyak diantara beberapa orang yg sering kali menganggap 'kami', berbeda, secara teori. Well, saya benar-benar sedih (balik ke rubrik fashion di atas) mana kala komentator menganggap bahwa baju si A agak begini, si B begitu. Bukan tidak mau menyalahi, saya rasa hijab itu sendiri sudah di atur dalam Al Quran. Saya rasa, beliau lebih banyak pengalamannya, namun mungkin sedikit meleset masalah basic hijab itu sendiri :)…

Lho, kemana 'saya'...?!

Assalamualaikum, Saya sedang butuh passion jepret-jepret. Karena banyaknya media foto di kamar saya, saya bingung harus 'memakai' yg mana dari mereka. Yang satu lensanya masih di 'fix-set', satunya lagi kagak cocok di pakai buat wideless hunting, yg ketiganya harus beli roll film dulu, yg lainnya kudu nyemplung di air. Belum lagi media foto dari si hengpong satunya yg full aplikasi lomoy. Wedeuh. Kemana jiwa cekrik saya? Sudah saya cari di kamar mandi, di bawah tempat tidur, sebelah tempat sampah, kandang kucing. Gak ada.
Saya juga jarang menjadwalkan diri untuk bisa ke pegunungan atau tempat-tempat alam lainnya. Tidak seperti dulu. Saya juga sering absen di sesi walking-photography. Mungkin bisa jadi karena banyaknya perjodohan itu ya (gak cool amat), terus apa hubungannya. Saya juga tidak berniat gantung kamera ya. Seperti kebanyakan orang. Well, ketahuan yg suka ikut trend, latah. :)
Oya, sekarang mulai melirik fotografi produk. Seru lho. Rancang 'studio' super…