Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2011

--Datar--

Dear Sahabat saung, agak susah memang mengikuti aturan dari luar pemikiran mu. Terkadang susah pula mengatakan tidak pada orang lain. Atau mungkin saat melakukan sesuatu itu, hati ini jauh dari kata ikhlas. Allah sayang ku, dukungan terkadang berwarna samar. Tidak dari Mu. Tapi dari insani yg diharapkan secara lebih. Ada yg harus di prio kan. Tetapi kebutuhan diri sepertinya jauh di terakhirkan. Kepada siapa harus berlari? Allah(lagi), berbagai pertanyaan "keluh" kearah mu dengan susah payah aku tahan setengah mati. Susah untuk tidak mengatakan kata tanya. Mengapa begini, kenapa begitu. (Sekali lagi) Allah, terkadang diam itu bisa membuat 'jarak' tenang. Membiarkan orang lain menilai A-Z dengan kalimat dan isi yg berbeda. Tapi, bukannya keterbukaan akan sangat membantu? Tapi... (hal ini sudah jadi ciri khas kami), mengapa justru kejujuran itu di nilai ini-itu?
Mengapa diri ini di anjurkan sesuatu di luar kata hati? Kenapa otak ini di arahakan untuk tidak mengikuti pe…

Hello'ed' Holy Land (jempol bagian 1)

Last March was our very long "holiday". Our first Umrah and we named it "rame mak byur". Jeddah, after long 10 hours above the sky, transited to Dubai, and continued then to Jeddah for 4 hours. Well, thank you Emirates for not providing us any cuisine of GOAT. And stars were "hanging" everywhere while we tried to sleep at night. Yippi. (Please, actually i hoped a stewardess sang me Bintang Kehidupan and kissed my forehead tenderly). Okei, for many stories ahead, i'll post my exotic journey, related to my second spiritual to Meccah and Madinah. i hope you, my best readers, will be inspired to make Umrah on your top list. :)










After arrived to Jeddah and checked in passport, we went to Madinah, one of Islamic Holy Land. The weather was about 20ยบ. Nosebleed is around. Also this cute writer either. We visited Nabawi Mosque, prayed in Raudah (a place between Prophet's tomb and the rostrum). You can imagine how people could get over there, did pray, we'…

Pak...

Rabb, kuatkan pundak ayahku saat memapah kayu besar. Juga tangannya, yg mengangkat 10 sak semen berisi banyak. Dan kakinya, yg memanjat di dinding bangunan tinggi, atau kadang di puncaknya tanpa ada yg menggaransi keselamatannya. Tukarkan keringatnya dengan prestasiku, keshalehanku, kepatuhanku. Jadikan tiap rangka bangunan yg dia buat layaknya ia sedang membangun istana untuk kami nantinya disurgamu kelak.
Roti bertawar tanpa isi ini, hanya cukup mengganjal perutnya selama 10 kedipan mata. Tolong cukupkan gizinya,Robbi. Agar sampai petang ini ada tenaga untuk berjalan kaki ke rumah nanti. Kalau ada paku menggores tubuhnya, tolong percepat kesembuhannya. Atau saat cat dan baunya menempel di semua pakaian. Jangan dihilangkan y,Tuhan. Aku suka bau itu saat ayah pulang. Ku ciumi badannya dulu sebelum kucuci pakaiannya. Ku keringkan lalu ku lipat sesudah itu. Ayah tak mau baju kerjanya di gosok. Namun aku bersih keras melipat dan menaruhnya di bawah bantal agar keesokkan harinya lebih rapi…

Cintanya

Pernah memperhatikan "kelengkapan" ibu yg menggendong anaknya di perempatan lampu merah? Atau pernah gak melihat persiapan para pe-reog saat akan tampil?
Saya bersyukur karena tidak mengandaikan dunia akan mengikuti pola imaji saya. Namun saya lebih bersyukur untuk setiap kenyataan terhadap ekspresitas semua insan terhadap kasih sayang, cinta. Saya melihat kakek saya, yg kala itu saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Kami, cucu-cucunya di kumpulkan jadi satu di ruang tamu. Beliau mengeluarkan biola tuanya dan memainkan lagu Balonku. Atau nenek saya, yg terkenal dengan ocehannya, selalu panik kalau saya tidak makan siang saat saya sudah sampai di rumahnya. Lalu tetangga saya, seorang pengemudi taksi, yg setiap hari pergi pagi pulang malam, melanglang di jalan raya, dan "berakhir" pula hidupnya di dalam taksinya sesaat setelah beliau sholat maghrib di depan mesjid. Menurut Islam, kita akan meninggal dengan apa yg kita cintai. :)
Secara acak pula saya sadar, saya sen…