Langsung ke konten utama

Masa jeda yg berat

[bagian 2]


Amy lalu terdiam, menghela napas panjang sambil sesekali memamerkan senyumnya pada Ghema. "Itu awal yg bagus. Lalu apa dia menyapamu?". Ghema berusaha keras ingin mengetahui keseluruhan cerita. Semua biasa saja menurut Amy. Tak ada yg istimewa. Dia meneruskan lagi.

Amy mendekati wanita itu dan Reza, tentunya. Saling menanya kabar, berbagi cerita, dan bertukar nomor ponsel. Ada yg patut di syukuri kala itu. Tak kehilangan kontak dengan pelaku lama kehidupannya. "Dia nampak senang bertemu denganmu. Mukanya memerah seperti tomat di panci sup", kata Mario, sepupu pemerhati, sesampainya di rumah. Tak ada yg spesial di sana, batin Amy. Beberapa waktu akhirnya, setelah bertukar ponsel, mencoba saling menghubungi. (Bahkan pembaca mulai berpikir ini akan berakhir dengan memasangkan Amy dan Reza. Tidak). Semua hal yg berputar secara stabil. Tak ada yg istimewa.

"Aku mulai menyukainya". Ghema terkejut dengan pengakuan Amy. "Aku menyukainya saat dia tidak berada pada aktiftas harianku. Kau percaya lagi, Ghema? Bahkan setelah lama tak bertemu dengannya, aku mulai rindu padanya. Ini aneh". Amy meneruskan. "Saat Mario mengatakan dia senang melihatku lagi, dan Windy, seorang sahabat kami, juga mengatakan hal yg baru kuingat sekarang. Sejak kejadian di masa sekolah itu, Reza mulai tertarik padaku. Tapi aku tidak". Amy menunduk. Dilahapnya tortila chips yg masih utuh dengan lelehan keju diatasnya. "Bagaimana pesan singkatnya saat kalian saling menghubungi?". Tanya Ghema. Amy tertawa, ada hal lucu yg wajib diingat seharusnya. "Dia menggodaku. Dia mencoba bercanda dengan coklat putih yg besar. Dia tidak seperti itu. Atau mungkin bisa saja terhadap perempuan tertentu, Oh, Ghema cukup sudah". Giliran Ghema tertawa. "Dengan menyadari keterlambatanmu sekarang. Berarti Reza sudah menyukai mu sejak beberapa tahun lamanya. Dan kau baru menyadarinya sekarang. Apa kalian menjadi pasangan pada akhirnya?", Ghema menatap lekat sahabatnya itu. "Tidak, aku atau dia tidak pernah mengatakan apa-apa, bahkan tentang perasaan. Namun aku patah hati saat tahu dia sudah mempunyai pasangan. Dia mempermainkan ku". Giliran Ghema sekarang kebingungan. Cerita ini jadi nampak keruh.

Amy, menaruh ponselnya. Semua yg dia ingat tentang Reza mencoba dihilangkannya. Namun ada saja waktu yg mengantarkan pada suatu percakapan dengan Reza di suatu milis alumni sekolah. Itu tidak bisa dihindarkannya. Amy tetap menganggap Reza adalah pria baik versinya. Walau terkadang banyak hal yg tidak dia bayangkan. Perlakuan Reza sangat tidak terprediksi. Amy termakan perasaannya sendiri. Amy tidak begitu mengharap Reza, apalagi dengan kondisi kebaradaan mereka berbeda negara. Itu cukup menguatkan hati Amy bahwa tidak akan mungkin pertemuannya dengan Reza akan terjadi.

Ghema masih bertanya-tanya, apakah perasaan Amy masih mengharap Reza. Atau paling tidak hatinya sedikit berdebar saat ada yg menyebut nama Reza. Buktinya, memang Amy terdiam. Dia tahu persis Reza tanpa status menjalin hubungan dengan siapa-siapa. Entah lah dia tahu dari sumber yg mana, tapi selalu saja ada yg memberi tahu keadaan Reza tanpa Amy mencari tahu. Sejak Amy operasi beberapa tahun setelahnya, Reza tiba-tiba datang untuk menjenguk. Amy, yg menaruh kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya, tak banyak berharap. Kehadiran Reza yg lagi-lagi tak disangka, membuatnya bahagia. namun Reza, juga terlihat biasa saja, tidak begitu menanggapi. Senang atau tidak, nampak tidak begitu terlihat di raut ataupun gelagat nya. Ah, apakah Tuhan sangat ingin membuat cerita lucu pada kami berdua, pikir Amy. Sampai suatu ketika, setelah beberapa tahun tak bertemu lagi, Reza datang kerumah Amy dan..... memintanya menikah.


[bersambung]

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…