Langsung ke konten utama

Senyum Melulu

Karena ada memasang tivi kabel di rumah sejak jaman batu, (mikir)(dari dulu tivi memang berkabel), alhamdulillah hidup saya sekarang berwarna. Jelas, karena televisi saya memang model seri berwarna. *dihujat massal. Okei, jadi, setelah menambahkan satu cenel Komedi. Maka, saya punya kewajiban untuk melongoi tu benda berkotak. Karena serial komedinya juga banyaaaaak (hitung berapa huruf A nya?) yg pada jadul jaman neneknya nenek. Jadi 4 kali lompatan di silsilah keluarga. Berarti bisa di hitung 400 tahun yg lalu sebelum masehi. Eh... ada yg tahu televisi di ciptakan tahun berapa? :))

Okei, selain The Cosby Show yg tetap jadi favorit saya, karena Mr.Huxtable itu miriiiiiip banget sama bapak saya yg paling ganteng se Papua sono nho, saya sekarang rajin banget ikuti Three's company ini.



Saya jadi khusyuk menikmatii gaya humor orang jaman dulu. Pemeran pria jago masak tapi pura-pura ngaku gay, dan dua teman wanitanya yg satu nya telat-loading, yg satu jadi korban kekonyolan teman yg lain. Ah, beda pokoknya. Juga tetangga yg variasi banget karakternya. Lucu pokoknya. Seperti sholat 5 waktu, ni tivi seri jadi "ibadah sunah" saya kalo sudah malam begini.

Tapi guys, pernah gak sih, kalian menghitung cerita lucu kalian seumur hidup kalian ini. Ya, kesannya aneh sih ya? Maksud saya, dengan tidak membandingkan apa-apa yg sudah di kasih "Sang Sutradara" di atas sana, terkadang kelucuan itu mendadak bisa hilang dalam sekejap. Ya eyalah ya. Masa pas lagi sedih, tiba-tiba kita ketawa. Bisa berabe ya. Nha, pernah juga kan kita menertawai diri sendiri karena kecerobohan tingkat pluto. Saya ambil contoh keterbiasaan saya terhadap perilaku melukai diri sendiri, ingat postingan saya tentang melukai diri sendiri kan? Nha, karena hampir setiap hari saya memang terluka. Tapi, mendadak saya tertawa sendiri. Atau kalau etika sopannya, setelah terbentur sesuatu, saya lari ke emak, saya cerita, saya kesakitan, terus ketawa. Emak yg sudah mengenal baik saya semenjak mengandung si nduk ini, ya pasti gak banyak komentar karena sudah capek menasehati saya untuk pasang mata baik-baik.

Dan serial komedi itu akhirnya membuat saya selalu tampil ceria terus. Sweet impact nya, saya jadi seperti punya selera humor yg baik. Hmm, seperti menghibur teman saya yg lagi depresi di tinggal kekasih, atau yg sedang di landa kebingungan ingin menikah, atau.....(bakal panjang kalo cerita satu-satu). Setidaknya, ada positifnya saya bayar itu tivi berkabel. Ada yg bisa di ajak nostalgia.

Eh, btw, masih ingat The Cosby Show kan?!





Salam Senyum-senyum,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…