Langsung ke konten utama

Begini lho....

I was wondering about one thing. Pernahkah para lelaki tahu apa yg dibicarakan kami tentang cita-cita? Manager Bank, pengusaha cafe di pusat kota, pilot pesawat, penyelam profesional dengan bayaran tinggi? Bisa lah. Seperti pelangi setelah hujan, jawaban itu variatif. Semua baik selama itu baik, selama cita-cita nya bukan jadi perempuan siap di madu. Kami juga mempunyai cita-cita di cintai pria semacam Kartono(versi pria Kartini).

Emak saya dulu, dengan kehidupan yang sederhana, punya cita-cita mulia dengan menjadi istri tukang becak. Alasannya simpel. Biar bisa kemana-mana. Itu keren booo. Mungkin atas usaha, doa, dan takdir Sang Empu Dunia Akhirat, si Emak bisa kemana-mana dengan suami impiannya itu. :))

Balik ke cita-cita tadi, saya, yg mewakili Nola AB Three, Kartini jaman milineum, jaman penculikan lalu di cuci otak, juga punya cita-cita mulia lho. Selain jadi pengajar, diajar, mengajar, belajar (semua konteks dengan kata dasar belajar). Hahaha... Terus bisa menulis, tidak hanya berharap membukukan tulisan saja. Tapi mempigura karya untuk charity Yasuka, adik-adik saya yang hidup sederhana itu. Atau seperti yg sering saya curhatin, saya mau jadi peacemaker. Bergabung dengan UN, gak jadi prajurit gapapa. Jadi seksi dokumenter pegang kamera aja uda cukup kok. Beneran. saya mungkin tidak punya mimpi jadi wanita yang tinggal di kota besar dengan gaya hidup yang tinggi harga, gaya, gaya thok. Tapi hidup sederhana di suatu kota kecil, punya kebun pome atau taman sakura (uda jauh imajinya). Atau pingin ajak emak bapak tinggal di Arab 1-2 tahun gitu ya. Makan kebab sama terong madinah satu nampan perak. Wiiii, tambah gila fantasi saya. Cukup sudah.

Atau bisa kah saya katakan, dari banyak karir yg di atas atau yg belum saya tulis. Tiap perempuan (sebagian atau tidak) ingin menjadi sempurna layaknya perempuan. Hidup dengan pemenuhan hak dan kewajibannya, jadi sholeha, dicintai mencintai, memiliki keluarga sendiri, menjadi istri dan seorang ibu, lalu setelahnya masuk surga. Saya rasa perempuan sempurna tanpa rasa takut walau waktu mengubahnya menjadi berkeriput dan rambut memutih.


Hormat Kartini,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…