Langsung ke konten utama

Air banyak di laut

Gegara ada iklan "bau-bau" Laut. Saya jadi ingat cita-cita saya 2-3 tahun yang lalu. Mulia banget. Jadi fotografer bawah laut. Itu pun muncul setelah pelajaran menyelam pertama kali secara memakai alat ini itu, diantara nya sepatu katak, kacamata "kuda", selang "taman" plus tabung "LPG" 30 kg. Buseet dah. Itu pun muncul dan terpatri selama 2 jam saja, Gak berlangsung lama sih :)) . Walaupun saya ini bukan anak pantai kayak bapak saya yg ayahnya seorang nelayan (hormat graak) yang jago banget renang plus nyelam tradisional, setidaknya kalau disuruh nolongin anak kecil tenggelam di kolam renang 100 cm aja mah jago banget saya. Mengingat pelajaran berenang dan menyelam secara otodidak dari bapak di pantai Papua sono nho dahulu kala saat bapak masih bertugas di surga dunia yg biasa disebut Papua, yaa, terus sempat tenggelam, kemasukan air asin, digigit Agas ketusuk duri "babi" sudah di lampaui. "Saya siap dengan hal yg baru" -- Penulis, 8 tahun, rambut keriting, ranking 2, pemain lompat karet.

Okei, ini yg saya mau ingat-ingat lagi sekalian bagi tips untuk ente-ente yg mau belajar menyelam ala pro, maksudnye yg pake sebejibun alat "menyeramkan". Berawal dari sini ni....

(irama samba)
(kamera roll on rexona)
(desiran angin)
(backsound : Besame Mucho)

Liburan panjang 2-3 tahun lalu, lupa saya nya. Lha.. Di satu kota yg kaya wisata olahraga baharinya, memberanikan diri, kami yg bersenang ria saat itu, Penulis-Sepupu-Keponakan-Sahabat berniat mengikuti secara khusyuk boo. Okei, bukti nyata pada dokumentasi berikut :





Di tengarai oleh sepupu saya, pemuda labil yg doyan gak makan dan makan. Abaikan gayanya, dia baru belajar memotret dengan benar ala alayers. Ini cuma gaya aja. Gak lebih.






Lalu setelahnya, dengan gaya prewed mojang karena merasa harus melindungi pemuda tampan ini. Saya, harus berpura-pura menjadi kekasihnya (saya yg ngotot minta, menjijikkan memang). Mengingat, teman-teman perempuan saya lebih menyukai pemuda ini daripada saya temannya. (Sayup terdengar suara laki-laki, "saya juga doyan sepupunya mbak").


Okei, ini bagian akan berangkatnya kita ke tengah laut untuk first step to "die"... #ngeeek.




Kalau gak tahu saya yg mana, tentu saja saya sebagai perahunya. *plaaak. Lihat siapa perempuan dengan badan ramping dan senyum mengembang penuh rasa was-was-dimakan-hiu. Liaaat gak? Eh, dua orang dari kanan itu tentor kita. Pro banget sampai lolos kita menyelam tanpa pake sertifikat. FYI, menyelam di perairan Raja Ampat lalu secara wajib harus membawa sertifikat menyelam untuk ikut daifing di sana. Gak enak emang.


Walaupun dengan tekat membawa kamera anti air, baju selam bla-bla-bla, adrenalin saya mendidih (istilah paling dudul abad ini). Sudah tahu laut itu dingin, harus banyak gerak, tetep aja nemplok diem pegangin karang karena arusnya bujubuneng keras sakali. Mau gak mau, saya pegang apa saja termasuk para ahli. :)) it was fun. Sebar roti untuk ikan di bawah laut yg hampir 10 meter dalamnya. Buuuuh, menyenangkan. Apalagi ada foto gimana mulut kita ndoweeer selebar-lebarnya saat regulator masuk ke mulut. =)) *cari-cari foto pada gak ada. Raib di tilap Gayus sama Malinda.


Btw, setelah selam menyelam yg sangat melelahkan, melanjut perjalanan dan menemukan dua bule ini meliput sambil gotong-gotong ular ala Britney tampil di AMA's tahun berapa gitu sambil nyanyi I'm a slave for you. (Dooh), itu ular juga tahu cara menikmati saat mbak-mbak bule gendongin dia. Hiii, syerem akut dah.




Buat yg mau coba menyelam ini, banyak-banyak kuatin mental dulu ya? Soalnya terkadang yg di takutin bukan gimana bawa gentong sebesar LPG rumah, tapi keadaan lautnya. salah-salah kita kebawa arus, jangan panik juga, bisa jadi gak fokus atur nafas. Yang ada kita di kasih nafas buatan kalo tenggelam (tips : pilih yg caem, #murahan). Okei dah, selamat belajar renang, snorkling, selam, tenggelam, kecebur, apa aja dah.





Salam Blukutuk,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…