Langsung ke konten utama

With very healthy me

Akhirnya, readers. Saya , yg teralhamdulillah-wasyukurilah, akhirnya di pakaikan proses mencopan tubuh. Okei, tarik napas, buang lagi. Saya di bekam juga akhirnya. Ini dia pengalaman pertama dari kepenasaranan 3 tahun yg menguras energi, batin, pikiran. Serius. Referensi yg ada dari teman-teman media(artis dikit). Terus cerita kanan keri(njawani) dari man-tereman-tereman. Katanya seru juga. Mungkin dibagian selesainya. Abaikan tusukan ratusan jarumnya. Hihihihi...

Jadi ceritanya, saya sudah mengadakan perjanjian "darah" dengan si tante ukhti. Gak mungkin kalo seorang lelaki. Bisa-bisa sebelum bekam diajak ke KUA dulu. Okei, begini kisahnya. Setelah si tante cantik itu memeriksa tensi, kelopak mata, dan peredaran darah di telapak tangan. Maka tahulah beliau apakah yg jadi keluhan saya selama ini. Mulai dari DOnya saya dari kelas jepang, dude herlino, sampai masalah kucing saya (di gigit kucing se kampung). Okei, beliau benar-benar tahu historikal medis saya yg sering kemasukan angin. Gak elit emang penyakitnya. Hobi makan angin soalnya. Walhasil. Setelah kumat masuk angin tersebut berlanjut pada kesakitan dahsyat di punggung dan sesak napas. Klop dah si tante ramalannya. Pasti pake jin dan jun atau jin EMB*. :)

Setelah deteksi awal. Barulah telungkapan. Mulai di bekamlah bagian belakang saya dengan titik-titik general. Kata keponakan saya, si Aish, 2 tahun. "Mbak Oya nuka, ada angin na..(translate : Mbak nora luka, ada anginnya)". Berasa emang setelah bekaman pertama, ada yg semriwing keluar dari tubuh. Tapi setelah bekaman kedua usai tusukan jarum tipis itu, baru kerasa banget darahnya keluar. Lumayan cyin, darahnya kental berwarna merah pekat. Syerem horor banget pingin isap diri sendiri. Belum lagi di bagian depan saya. Darahnya keliatan banget. Banyak. Seru tapiiii....

Bekaman ini harus rutin. Biasanya tiap 2 minggu sekali. Biar berasa manfaatnya. Ini juga bisa nurunin berat badan lho. *lirik Icha, Rara, Om Je, Mas Mamik, Mas Xapi..... Jadi, dua minggu lagi setelah perjalanan spirituil meditasi selesai, saya bernawaitu bekam lagi. Hidup sehat cara Rasul. Berpahala, murah (30000IDR), gembira ria, rupawanita, hip hip horaia.



Salam mbekam,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…