Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Maret, 2011

Alamak

Saya pernah punya traumatik terhadap mimpi. Saya pun juga pernah melakukan syirik pada mimpi. Konon, (agak sastra dikit yey), waktu SD saya sering bermimpi. Lucu kan? Mimpinya kebanyakan mimpi setan, digelinding pesawat ( nha lo,bayangin sendiri), dikejar kuntilanak. Hahahaha.... Gak seserem itu. Dan sering sekali, tanpa di sadari ternyata jadi kenyataan.

Pernah dengar De javu atau De javecu?! Lha, mungkin saya keduanya. Puncaknya, saat SMP, saat duduk di kaki jenazah kakek saya, saya sadar betul ada yg aneh. Walau saya tidak begitu pasti. Itu... Terjadi. Horor banget. Setiap kali saya menolak mimpi buruk sekalipun, terkadang, dan lebih sering terjadi, mimpi itu betul-betul nyata terjadi. Ostosmatis, kedepannya, saya suka takut sendiri. "Mengamini" putaran mimpi saya. Contoh kecil, saya bermimpi ayah saya "akan" sakit. Itu benar. Was-was dong?! Akhirnya, saya dimarahi, saya dinasehati, saya dikasih duit (ngelamun). Saya sadar sekarang. Mimpi itu, hanya ilusi dari o…

Pagi ini, kawan

Ada acara pernikahan di tetangga sebelah, kawan. Pagi petang tadi alarm saya berbunyi bukan dari ponsel atau jam weker tokek. Tapi dari Ratih Purwasih. Hhhhhhh.... Piye ya? Ya, memang hidup di daerah yg jauh dari kesan megolomanolis itu lucu-lucu gimana gitu. Alkisah sebenarnya sudah jadi terbiasa dengan keadaan seperti ini. Nha, berhubung ini tetangga adalah warga baik hati dan lucu, maka saya anggap "hiburan" di hari ini. *tsaaaah.
Beberapa menit setelah bermandi dan kembali ke kamar. Masih dengan iringan lagu Widuri dan lain yg jadul isinya. Saya pun ikutan nimbrung nyanyi-nyanyi kecil. Lalu.... Merasa intro musik dari lagu berikutnya saya familiar betul, saya sudah siap dengan ancang-ancang selendang sutra buat naik ke panggung. Mellow dikit. Well, lagunya sebenarnya kepunyaan si Raden Nike Ratnadilla almarhumah. Lha, saya kan sudah sejak dari umur satuan terbiasa dengan lagu-lagu si beliau ini. Senang dong. Iya lah. Lhaa.... kok ndilalah la dalah. Melodinya di serempetin …

With very healthy me

Akhirnya, readers. Saya , yg teralhamdulillah-wasyukurilah, akhirnya di pakaikan proses mencopan tubuh. Okei, tarik napas, buang lagi. Saya di bekam juga akhirnya. Ini dia pengalaman pertama dari kepenasaranan 3 tahun yg menguras energi, batin, pikiran. Serius. Referensi yg ada dari teman-teman media(artis dikit). Terus cerita kanan keri(njawani) dari man-tereman-tereman. Katanya seru juga. Mungkin dibagian selesainya. Abaikan tusukan ratusan jarumnya. Hihihihi...
Jadi ceritanya, saya sudah mengadakan perjanjian "darah" dengan si tante ukhti. Gak mungkin kalo seorang lelaki. Bisa-bisa sebelum bekam diajak ke KUA dulu. Okei, begini kisahnya. Setelah si tante cantik itu memeriksa tensi, kelopak mata, dan peredaran darah di telapak tangan. Maka tahulah beliau apakah yg jadi keluhan saya selama ini. Mulai dari DOnya saya dari kelas jepang, dude herlino, sampai masalah kucing saya (di gigit kucing se kampung). Okei, beliau benar-benar tahu historikal medis saya yg sering kemasukan…

Ini

"Semua doa dijawab. Meski kadang jawabNya ialah, "Tidak hamba Ku. Aku punya sesuatu nan lebih baik daripada apa yg kau pinta itu. Untuk mu"." (unknown, 2010)


Sesuatu yg membuatku terbangun dini hari ini, dan menangisi Rabb ku....



Salam,

Acak

Beberapa orang mengatakan, saya fleksibel. Itu hanya mencoba membaca kondisi.
Beberapanya juga bilang, saya pemilih. Padahal itu selektifitas pribadi.
Beberapa wanita dewasa memandang saya menyeluruh badan. Well, itu karena saya memakai sandal jepit dari pada tip-toe.
Beberapa ada pula yg mengira saya "manja". Mereka tidak tahu, saya korban pesakitan.
Atau beberapa diantara mereka melihat saya sebagai "budak". Hahaha, lihat deh. Saya tidak dililit rantai.


Hahaha,