Langsung ke konten utama

Kitorang su sampe sini

Perjalanan kali ini y banyak menyita hati. Bukan tenaga. Kelar serunya berada di pendalan Sorong, Papua (Cerita menyusul). Kami sekeluarga berangkat ke Jayapura dari Sorong, dan mendapati tiket pesawat menuju ke Wamena sudah dijamini. Terkesan "membawa" mati saat tahu perjalanan 45 menit dari bandara Jayapura ke Wamena dengan dramatis. ntah gunung atau bukit. Yang jelas pesawat yg akan ke Wamena harus melewati celah keduanya. Bisa dibayangkan, jikalau angin dan cuaca tidak menentu, mungkin saja, pesawat "berlandas" empuk pada bukit/gunung tersebut. Inalillahi.

Sehari setelah kedatangan dari Sorong, emak yg bersemangat mengajak kami yg notabene orang pinggiran kota, mencoba menenangkan anggota keluarga yg lain, termasuk saya. Bahwa perjalanan ke Wamena akan penuh dengan ....... KETEGANGAN. Dasar emak-emak bibir merah. Sempat-sempatnya menyogok saya dengan segudang makanan kaleng di lemari. Hereeuh. Merujuk pada Paman Perez, saya langsung mencarik beribu pertanyaan dan keluhan seputar perjalanan keesokan hari. Dengan tenang, paman 100 tanaman ini kembali lagi menjadi orang ke 5786 yg menjelaskan bahwa perjalanan tidak seseram cerita kebanyakan orang.

Setelah panas dingin di waktu malam, tak bisa tidur, perut mual (belum makan), ini lah yg terjadi saat kami berada di salah satu pedalaman fenomenal belantara Papua. Ko liat saja suda ee*....



Gambar tersebut di atas adalah keadaan bandara sesaat sebelum dan sesudah mendarat. Alhamdulillah,y Allah (sembari berlari mencium pilot & co-pilot).


Ini adalah tujuan pertama berkunjung menemui mumi yg kami(saya dan paman) sangsikan bahwa itu adalah pahatan kayu bukan tulang. Merujuk pada teori kesehatan paman yg seorang pegawai dinas kesehatan bahwa tanaman adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan.


Pengambilan diam-diam karena takut di palak tiap jepretan. Untungnya, perjalanan kami di kawal ketat para punggawa senapan. Bukan tukang cilok, cyin. Pak pol berpistol. Dooor..... (ketembak dah ati ku). Perjalanan berlanjut dengan tujuan Pasir putih.




Dan ini...



Juga ini, si bibir yg eksis gitu-gitu aja gayanya....


Jangan perhatikan aura terkaget-kaget saya. Merasa terancam dengan parang yg di pegang si pace.



Rumah Honai para perempuan/istri dan para pria/suami berbeda. Yang bulat atapnya itu kepunyaan laki-laki. Kalau yg atapnya memanjang ke atas kepunyaan istri. Ini dapur, melebar. cmiiw.



Ini, juga model pinggiran. Argh....


Dan hal menarik dari kesemuanya adalah, binatang yg di tolak kehalalannya berkeliaran di jalan. Imut sekali.... Nyaaaah.




Demikianlah, hal-hal yg tak perlu di perdebatkan. Promosi ini hasil kerja sama produsen kamera digital terbesar Jepang dengan perangkat kelurahan setempat.







nb : *kalian lihat saja ya



Salam bakumba-kumba-kumba teo,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…