Langsung ke konten utama

Jangan membayangkan karyanya

Saat pulang dari Papua kemarin lalu. Pada alamat lintas udara antara Makassar dan Surabaya yang harusnya adalah perjalanan kepulangan yg sangat suka cita, namun berakhir.... dramatis.
Demi mukadimah agar teteman bisa memahami dengan khusyuk adegan yg akan saya reka ulang berikut ini.



Apa terlalu kecil? Pakai kaca pembesar atau zoom dengan hati bersih. Insya Allah bisa melihat denah kursi kepesawatan yg kami tumpangi, beberapa minggu yg lalu. Well, jadi letak saya yg bersebelahan dengan perempuan yg mengaku adik saya sampai rela menyogok pak RT untuk mencantumkan namanya di KK kami, keluarga bonsai. Sebut saja bibir. Yg tiada hentinya bersimulasi atas kekonyolan yg tidak beralasan, menyebabkan gangguan sendi dan keretakan hubungan persaudaraan. Sesaat sebelum pesawat "mencium" landasan.

(Mau menangis rasanya menulis aib keluarga di jurnal ini)

Secara tidak sengaja saya melihat si bibir yg sedang asik merogoh dalaman hidung dan keluar dengan harta paling berharga dari lubang nafasnya. Dengan sumringah kecentilan, asa menangkap hasratnya untuk memamerkan "karya"nya itu pada saya. Naas, benda mungil itu jatuh ke karpet pesawat. Sadar bahwa saya melihatnya, kami tertawa sampai ingin memeluk pramugari. Sialnya, beberapa detik setelah tawa membahana, sang Abi (bapak sholeh pengikut sunah Rasul) tanpa sengaja memperhatikan kami. Walhasil, si bibir yg tadinya tertawa dengan gigi gendutnya, tegang sopan dan... malu. "Si Abi ternyata lihat si mungil jatuh ke karpet".
//Dengan jarak yg tidak dekat, dipastikan memang ukurannya sedikit lebih besar dari biasanya//. Zooonk.

Lepas si Abi, tanpa sengaja (atau dengan sengaja yg mungkin tanpa sengaja pula) saya melihat Mr.X dengan asik juga "latah" tingkah pola si Bibir. Sangat jelas terlihat dari sudut pandang saya bahwa Mr.X dengan tulus menelusuri jasad hidung mancungnya. Coleklah saya pada si Bibir dan melempar guyonan gayus. Sambil mencoba menerangkan simulasi tingkah Mr.X, saya bermain dengan kedua tangan seakan-akan sedang membolakan "karya" hidung manusia yg juga dianulir sebesar bola voli. Pecahlah tawa kami dengan suara kreditan tentunya. Naasnya lagi, si Bibir yg tertawa setelah melihat saya, kembali tertunduk diam. Gak dianya, si Abi, kembali melihat kelakuan kami yg dapat merusak negara, agama, dan keluarga. Dengan santainya, si Bibir melempar testi, "Dari tadi kamu di liatin sama si Abi, tapi datar aja. Mungkin pikirnya melempar kita berdua dari pesawat adalah keputusan paling penting ". Well, dengan mundur sopan, saya menarik wajah saya dari tertawa menjadi biasa, adalah suatu hal yg sangat menyakitkan. Paling tidak, bertindak layaknya perempuan baik-baik selama ada mata yg menguntit. Sungguh, selepas turun dari pesawat, saya ingin langsung sholat taubat. ..... (-,-")





Salam Upinl

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…