Langsung ke konten utama

Dan lalu pun begitu

Pada sore yg tenang dengan rintihan lembut hujan "mencium" tanah. Kemarin. Secara tidak sengaja atau entah alur apa yg membawa saya dan Paimin, sahabat saya duduk dalam sofa dan menikmati jus jambu merah madu buatan saya, pada pembicaraan yg sangat sentimentil. Mungkin ada yg masih ingat tentang kabari-kabar pada januari tahun lalu. Maaf membuat semuanya khawatir. Tapi terima kasih sesudahnya, kawan.
Dengan bawaan yg tenang, saya mulai lagi cerita memilukan, satu hari yg membuat hidup saya, kami, mereka mengalami metamoforsa yg sangat dramatis dan secara mengejutkan membentuk pribadi saya sekarang. Tentu tidak saya ceritakan detail yg sebenarnya pada tulisan setelah ini. Namun, pada Paimin, saya menceritakan hal sedetail apapun tanpa "busana" sedikitpun pada alur ceritanya (ada yg harus disensor pada kalimat terakhir. Tolong pak, Tif !!).

Terkadang Paimin tertawa mendengar cerita saya. Lalu bermuka kotak, lalu kemudian matanya memerah dan menangis. Haru biru memang, ini apa karena ceritanya atau gaya ungkapan saya yg terkadang berlebihan ludah? Entahlah. Lalu berlalu sampailah pada akhir simpul dimana Paimin mengomentari apa yg sudah saya sampaikan. "Pada teman-teman lain, pertemanan kita berlima paling sering diceritakan pada khalayak. Tidak perduli apa, mempunyai teman yg sedikit namun berkualitas itu lebih baik dari pada yg banyak namun menjerumuskan kemaksiatan". Itu sangat mengharukan menurut saya. Dan itu magic, sengatan kuat pada mata kaki saya (terinjak mainan saking semangatnya). Saya membenarkan. Sedikit adalah kerelatifan tiap orang dalam hitungan jumlah. Tidak perduli berapa banyak teman yg kita punya, tujuan baik harus ada pada tiap niatnya.

Merujuk pada postingan Om Je tentang Friendship analysis. Bahwa pada saat manusia bertemu dengan manusia lain. Maka status Friend, best friend atau acquaintance akan kau pilih pada mereka yg kau kenal. Walaupun alterego yg disebutkannya sangat mempengaruhi dirinya pada akhirnya. Saya tidak akan menggurui tiap orang apalagi kalian, readers. Ini adalah pengendalian tiap pribadi. Mengawinkan testi Paimin dan Om Je ini sangat bisa saya kaitkan pada kehidupan pertemanan saya. Well, okei. Ada yg membatin kebanyakan dari kalian bahwa pertemanan tidak harus dipikirkan. Cukup di jalanani saja. Dijalani jika suka, ditinggalkan bila tidak. Saya tidak menyalahkan. Pun saya membenarkan dengan berbagai catatan kecil yg sangat panjang (yg bener yg mana nih? kecil ato panjang?). Saya, tipikal orang yg menghargai proses kehidupan. Prinsip saya, hidup itu harus berguna, baik, dan "besok" masuk surga. Itu logika yg paling sederhana untuk lulusan TK seperti saya. Dari pengalaman berharga saya tahun lalu. Maka pertemanan merupakan hal yg tidak bisa di sepelekan. Dan selektif, adalah hal bijak dalam memilih-lah pertemanan. Dampak baik sebagai imbasnya adalah, ada porsi karakteristik saya yg terbangun dari mereka. Untuk itu, saling bermanfaat untuk satu dengan yg lain adalah syarat mutlak buat saya. Tidak perduli mau masuk di kategori mana dari ketiganya. Yang terpenting adalah berkualitas. Untuk penunjang dunia dan tabungan akhirat kelak. Karena saya menincintai mereka yg mencintai saya, membenci saya, mendukung saya, memfitnah saya, "meludahi" saya (buset horor bener). Karena saya mencinta semua karena Nya.
Saya percaya(iklan e sopo iki).





Memeluk kalian di "udara",

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…