Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Februari, 2011

Dan lalu pun begitu

Pada sore yg tenang dengan rintihan lembut hujan "mencium" tanah. Kemarin. Secara tidak sengaja atau entah alur apa yg membawa saya dan Paimin, sahabat saya duduk dalam sofa dan menikmati jus jambu merah madu buatan saya, pada pembicaraan yg sangat sentimentil. Mungkin ada yg masih ingat tentang kabari-kabar pada januari tahun lalu. Maaf membuat semuanya khawatir. Tapi terima kasih sesudahnya, kawan. Dengan bawaan yg tenang, saya mulai lagi cerita memilukan, satu hari yg membuat hidup saya, kami, mereka mengalami metamoforsa yg sangat dramatis dan secara mengejutkan membentuk pribadi saya sekarang. Tentu tidak saya ceritakan detail yg sebenarnya pada tulisan setelah ini. Namun, pada Paimin, saya menceritakan hal sedetail apapun tanpa "busana" sedikitpun pada alur ceritanya (ada yg harus disensor pada kalimat terakhir. Tolong pak, Tif !!).
Terkadang Paimin tertawa mendengar cerita saya. Lalu bermuka kotak, lalu kemudian matanya memerah dan menangis. Haru biru memang,…

Kitorang su sampe sini

Perjalanan kali ini y banyak menyita hati. Bukan tenaga. Kelar serunya berada di pendalan Sorong, Papua (Cerita menyusul). Kami sekeluarga berangkat ke Jayapura dari Sorong, dan mendapati tiket pesawat menuju ke Wamena sudah dijamini. Terkesan "membawa" mati saat tahu perjalanan 45 menit dari bandara Jayapura ke Wamena dengan dramatis. ntah gunung atau bukit. Yang jelas pesawat yg akan ke Wamena harus melewati celah keduanya. Bisa dibayangkan, jikalau angin dan cuaca tidak menentu, mungkin saja, pesawat "berlandas" empuk pada bukit/gunung tersebut. Inalillahi.
Sehari setelah kedatangan dari Sorong, emak yg bersemangat mengajak kami yg notabene orang pinggiran kota, mencoba menenangkan anggota keluarga yg lain, termasuk saya. Bahwa perjalanan ke Wamena akan penuh dengan ....... KETEGANGAN. Dasar emak-emak bibir merah. Sempat-sempatnya menyogok saya dengan segudang makanan kaleng di lemari. Hereeuh. Merujuk pada Paman Perez, saya langsung mencarik beribu pertanyaan da…

Jangan membayangkan karyanya

Saat pulang dari Papua kemarin lalu. Pada alamat lintas udara antara Makassar dan Surabaya yang harusnya adalah perjalanan kepulangan yg sangat suka cita, namun berakhir.... dramatis. Demi mukadimah agar teteman bisa memahami dengan khusyuk adegan yg akan saya reka ulang berikut ini.


Apa terlalu kecil? Pakai kaca pembesar atau zoom dengan hati bersih. Insya Allah bisa melihat denah kursi kepesawatan yg kami tumpangi, beberapa minggu yg lalu. Well, jadi letak saya yg bersebelahan dengan perempuan yg mengaku adik saya sampai rela menyogok pak RT untuk mencantumkan namanya di KK kami, keluarga bonsai. Sebut saja bibir. Yg tiada hentinya bersimulasi atas kekonyolan yg tidak beralasan, menyebabkan gangguan sendi dan keretakan hubungan persaudaraan. Sesaat sebelum pesawat "mencium" landasan.
(Mau menangis rasanya menulis aib keluarga di jurnal ini)
Secara tidak sengaja saya melihat si bibir yg sedang asik merogoh dalaman hidung dan keluar dengan harta paling berharga dari lubang nafa…

Si Fulan ini....

sumber : pralangga.blogspot.com

Karena sudah lama tidak berkunjung ke jurnalnya, beberapa postingan hampir saya lewatkan. Well, dengan sangat bahagia saya mau memperkenalkan "teman baik" saya. Luigi Pralangga. Mungkin ada yg tidak asing dengan pria Ondel-ondel (panggilan tunggal untuk dirinya, :)) ini sering seliweran di dunia maya. Multiply, twitter, facebook. Seorang peacekeeper yg notabene pekerjaannya penuh dengan segala resiko tinggi. Dua postingan terakhir memang membuat saya kaget karena keluarganya di "boyong" ke Kuwait Januari lalu. Apalagi postingan terakhir saat ditugaskan ke Iraq.
Pertemanan kami memang sebatas dunia maya saja, tapi memang berlangsung beberapa tahun. Cerita di balik jatuh bangunnya seorang "penegak kedamaian" itu memang tidak mudah. Berjauhan berratus-ratus mil dari keluarga, keselamatan yg mengintai. Luar biasa berbahaya. Om Luigi, saya menyebutnya, punya segudang cerita seru tentang kehidupan kesehariannya dengan gaya humorny…

Kalau Lomo itu....

Mari bermain bLomoy lagi. Ada yg patut disyukuri saat semua alat penjepretan(exm:karet, tali kendor). Bacalah Hamdalah atasNya. (Abaikan model bernama fenty :)). Sebuah lokasi hiburan di atas sana eeee. Biar seluruh gambar yg bercerita. Selamat menikmati....











Dan beberapa yang lain yg layak di ekspresikan dari beberapa makhluk berikut ini...










Sebenarnya masih banyak yg ada pada efek lomo ini. Hanya (tarik nafas), karena terlalu banyak, saya sampai lupa apa-apa yg tadi di pakai. Jadi, perlu adanya catatan kecil untuk tiap jepretan. Afwan.












Salam meLOMO,