Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Desember, 2010

Pukul satuan WIT

Larut ini tengah Malam
Entah di puncak atau masih penghujung petang
Aku berbaring, menulis ini di serakan bantal
Tanpa uapan dari gulir beberapa waktu tadi

Aku ingat akan tabir Mu Robbi
Ada selaras rindu di saat seperti ini
Batil ini ingin di pecut agar tersadar
Tak ada yg lebih baik selain mencinta Mu

Waktu ini antara ku dan Mu
Hingga detik ini aku coba merayapi sisi iman ku untuk menengok Mu di Arsy itu
Ada rasa damai jauh jika di koyak ke dalam
Semua bilik merongga bersua,"aku inginkan Mu"

Aku tengok ayah dan ibuku selagi arwah di bawa menjauh
(Tersenyum)
Tanda terima kasihku atas titipan Mu
Hebat Mu..
Semua lisan hitam ini, Kau kehendaki kejut
Melintas begitu saja tanpa jeda tujuh

Magis pada Mu

Aku coba tidur,y Robbi....

Otograf Ningsih

Suatu sore berhujan jarang, di saung tengah desa Pangratman. Suara berdecak air sebiji jagung menabrak tanah dengan bau khas keraknya, alami alam. Para anak-anak desa berkumpul dengan sibuknya lakon. Menata masing-masing dari mereka alat seni beragam. Gamelan, selendang tari, dolan dakonan, kuas dan kanvas berhampur dengan jarak sempit membentuk koloni. Seperti bersiap tampil, namun tidak. Serta beberapa anak bawang yang menepi di tepi saung, menyiprat hujan dan tertawa. Waktu menggulung sore. Tak seperti biasanya sang guru tiba selama ini. Adalah Mbah Kardi, tetua kampung yg dengan tulus mengajarkan para anak-anak tentang seni. Pada 20 tahun lamanya bergelut pada seni duodrama, nampaknya beliau mampu mengasah alur seni yang lain. Peka telinganya pada musik jawa serta liukan gerak tarinya, membuat para ibu-bapak di kampung mempercayainya. Walau bayaran sekenanya, atau bahkan ucapan matur suwun yg sering terlontar. Mbah kardi tetap senang.

Langkah berat membelah genangan hujan terdenga…

Alfabet

Sebuah kata ataupun rentetan kalimat minim dapat menenangkan hati seperti sebuah pelukan yg menghangatkan. Tuhan itu sempurna dalam caraNya. Selalu ada cara menyelipkan sesuatu pada gelagat manusia. Terkadang, dalam sebuah wacana pendek suatu media. Ungkapan tak terduga itu bisa mempengaruhi pola pikir hingga perilaku.

Saya punya seorang sahabat yg punya sesuatu apalah namanya. Yang pasti, di hampir tiap masalah pelik yg saya hadapi selalu jadi wacana penting yg harus dibagi untuknya. Tidak tahu darimana daya tariknya, tiap kata yg dia sarankan adalah sesuatu yg saya tunggu. Saya benar-benar haus sarannya. Inilah yg saya rasakan. Tiap kata itu magic. Trik unik dari tiap arah tak terduga secara random. Saya juga yakin, tiap isi yg baik keluar dari mulut kita adalah kataNya. Tuhan hanya menjalankan hak mutlak untuk siapa yg dikehendaki Nya.

Ah, seperti rindu pada teriakan Emak yg nyaring memekakan telinga. Pun pada kata nenek pada sebutan "nduk nonk" pada saya. Itu kehor…

Makasih, Om.....

Pada saat menerima job motret beberapa bulan lalu di Papua di suatu instansi bapak saya. (Ada yg tanya sayup sayup di komputer nomor 35) Oya dong, jawab saya. Biar itu dari bapak saya, tetap saya jual karya saya. Bapak juga manggut-manggut saja. Rencana awal untuk berkeliling Papua demi bahan dokumentasi, urung di lakukan karena waktu yg sedikit. Walhasil, setelah balik ke Malang, beberapa kantor mengirim file gambar dengan berbagai cara. Email, pengiriman CD, pun flash disk (aneh sekali). Setelah hampir semua terkumpul, saya selektif satu per satu foto-foto tersebut di atas. Well, banyak yg hampir memenuhi syarat, tapi tidak sedikit pula saya dibuat terkejut dengan beberapa foto berikut...... (foto ini hak penuh dari instansi yg bersangkutan. Saya ijinnya lewat bapak, nanti di sampaikan pada si fotografer. Nakalan.)









Sumber : Kansilog Nabire,Papua.

Subhanallah, saya yakin, semua yg bekerja punya satu tujuan mulia. Benar kata bapak saya. Habiskan makanan, karena banyak campur tangan yg m…

Sayangku....

Aku mengenal Islam, seperti bayi yg mengenal tiap gerak dan kata Ibu Bapaknya,yg tumbuh cintanya tiap waktu.

Aku meraba Islam, seperti menjelajahi biji sempoa pada tugas peluh matematika. Pelan dalam hayat, menantang.

Aku merangkul Islam, seperti menggenggam penuh butiran padi agar tidak jatuh hambur ruah.

Aku meyakini Islam, seperti mengamini tulus tiap doa saat milad ke 7 ku di bulan mei.

Aku mencintai Islam, seperti darah yg santun menjelajahi tubuh,merekat dalam satuan alur bio.

Aku menyayangi Islam, seperti kitaran planet pada bilik galaxy yg enggan keluar dari perputarannya.

Aku tambatkan Islam, seperti Rabb menghendaki para kekasih mencintaiNya.



«Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1432 H»

로망스 (Romance)

로망스 (baca : romangsu) (Romance). Saya gak pernah tahu kalo BoA, punya alasan sendiri untuk bisa bergeliut sama Jazz di album abrunya ini. Karena selama ini pop-beat*rancak-slow rock yg saya dengar awal dari 10 tahun lalu. Well, saya suka liriknya (tentu setelah di teranselit). Mengingatkan saya pada seseorang? Tidak. Jatuh cinta? Belum. Kepingin punya romansa seperti lagu ini? Hmm...nggak juga. Hanya mengharu biru saja. Alasan utamanya, karena saya pingin nyanyi ini. Itu sajaaaah. Hahahaha....
Maaf, terpaksa saya hapus lirik koreanya. Sadar bahwa gak semua orang bisa hangeul. Di dengar atau ditinggal skip saja sampai postingan berikutnya. Gamsa(maaci)....



Salam Seoul,