Langsung ke konten utama

Teruntuk mu, cintaku.....

Masih ingat betul. Saat itu, malam mulai menggulung pada dini hari. Dua belas malam Satu-persatu dari kami bertiga dibangunkan oleh Papa. Bersiap untuk memulai persiapan. Setelah lekas, kami di ajak berkumpul di kamar utama. Sudah duduk rapi mama dan papa. Apa ini? Pikirku. Seperti enggan bergulir ke waktu ke depan. Masa yang sangat sentimentil. Papa dan mama duduk di atas tempat tidur, abang berdiri, aku dan adik ku duduk bersila di lantai. Lalu..

Papa memulai berbicara, mengawali semua dengan nada halusnya. Hening. "Hari ini, papa dan mama akan bertolak ke Arab untuk menunaikan ibadah Haji. Menunaikan rukun Islam yg terakhir." Ah, sudah kuduga, aku sangat membenci acara pamitan apapun temanya. "Ibadah Haji ini, adalah simulasi manusia dari lahir hingga hari kebangkitan nanti." Sambung Papa. "Hari ini pula, papa titipkan, kalian, harta benda dan apapun kepunyaan kami kepada Allah. Tolong doakan kami, agar bisa pulang dan kita bisa berkumpul lagi. Namun jika tidak, tolong ikhlas kan kami." Suara tangis adik ku memecah hening sedari tadi. Mama yg sudah mengharu dayu, juga tidak sanggup melihat kami. Tenggorokan ku berat, banyak serat kasar yg ingat keluar namun tertahan. Sedih. Papa menyodorkan amplop panjang dan beberapa kertas. "Ini adalah hasil dari kerja papa selama puluhan tahun. Perlu kalian ketahui, jikalau ada sesuatu terjadi pada kami. Hal ini yg bisa kami tinggalkan." Lanjutnya. "Mas, sebagai yg tertua, tugasmu menjaga adik-adik. Kalian ini bersaudara. Jangan pernah bertengkar satu sama lain." Nasihat papa. Tidak ada yg bisa aku lakukan. Hanya memandang matanya. Berusaha mencoba memumpuk ikhlas dan berharap hati ini bisa lapang menhadapi waktu akan datang. "Papa dan mama minta maaf. Tolong di maafkan, agar jalan ibadah kami diberi kelancaran." Kami semua tertunduk, mencoba mengakrabi kesedihan dan suka cita bahagia. Entahlah, namun rasanya sedih itu hampir memenangi segalanya.

Papa mulai memeluk mama disampingnya, mencium dan berbisik maaf. Hening kamar benar-benar jadi saksi malu interaksi kami saat itu. Kami saling berpelukan, menangis, menabahkan. Lebih dari itu, rasa syukur akan takdir yg membawa kami menjadi keluarga kecil merupakan hal yg tidak bisa di gambarkan. Terima kasih, Robbi. Kami benar-benar menitipkan kedua orang yg kami cintai ini pada Mu. Terima kasih untuk rencana ini. Terima kasih untuk kejutan dari doa kami selama ini.

Tidak ada raut wajah sedih lagi setelah itu, yg ada hanya harapan dan banyak doa yg mengantar mereka. Keluarga, kerabat, datang bersambut. Saling memaafkan, memberi semangat. Tak peduli sepagi apa kala itu. Semua begitu... Sempurna.

Aku masih gelisah hingga larut malam, lalu tertidur karena khawatir tidak ada pesan dari mama papa. Syukurlah, pagi ini, saat subuh datang. Pesan itu masuk juga dari mereka. Mereka sudah ada di Jeddah. Alhamdulillah, sesaat lagi ibadah pertama untuk Umroh akan segera di jalankan. Subhanallah. Terima kasih yg tak terhingga Rabb kecintaan ku. Aku pasrahkan keduanya pada Mu. Cintailah keduanya seperti Engkau mencintai para kekasih Mu. Mohon kehendak untuk menjaga mereka, orang yg aku cintai setelah Rabb dan Rasul Mu.




Peluk,

Nora Veronica Kastella.

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…