Langsung ke konten utama

Karena itu...

Ada beberapa hal yg membuat Habibie jadi trademark istilah sebagai pria impian visual saya. Bolehlah, sesekali saya punya impian tentang seseorang, pria ya. Catet. Tapi dalam bentuk kehadiran, bukan bentuk karakteristik. Bukan saya namanya kalau itu.

Hmm... Well, Habibie itu dalam bahasa Arab adalah panggilan kesayangan perempuan pada seorang pria. Duluuuu banget, saya itu mellow abis kalo ada hubungannya dengan lawan jenis. Bawaannya pingin mengharu biru, durja kasafana, pokoknya sentimentil berlebih. Suka menyendiri. Baca quote cinta, pun tentang rindu. Dan parahnya lagi, track lagu "pembunuhan" diputar berulang sampai berderai air mata. Bleeeeh.Bodoh. Saya masih terlalu kekanakan dalam membentuk situasi. Rumit? Tidak juga. Padahal bisa dilakukan sesimpel mengikuti rasa suka saja. Toh, apa bedanya cara menghadirkan dan menghilangkan. Sama-sama melibatkan hati,bukan?

Okei, beberapa hal dari habibie ini tidak lain tidak bukan karena :
1. Saya yakin, tiap manusia punya pasangannya. Itu sudah janji Rabb. Pasti ada seseorang yang menunggu diujung doa kita. Sekalipun tidak dipertemukan di dunia. Kelak, akan disatukan di akhirat atas kehendak Nya. So twiiit.
2. Kelak saat saya dipertemukan, saya akan memanggilnya Habibie. Biarlah. Saya suka kata ini.
3. Saya merasa ada satu dari berjuta pria yg saya kenal atau tidak sedang menyiapkan diri untuk bertemu bapak saya. Nha loooo, jurnal apa ini.
4. Merasa bahwa habibie visual mampu membuat saya bersabar dan tawaduk untuk lebih "tenang" menunggunya.

Yaaa, saat saya sadar keluar dari kelebihan reaksi dari masa lalu. Saya menyesal karena ternyata...banyak hal yg saya lewatkan dalam keterpurukan. Absen kuliah, murung, nangis di kamar mandi, sampai mempengaruhi cara berjalan (pake enggrang). Dan saya tidak akan pernah mau balik, ulangi, menoleh ke belakang.

Eh, beberapa postingan ttg pria selalu bikin heboh y?! Beberapa testi di akun sosnet yg menuju pada saya bertubi-tubi jatuhnya.Ini pasti lagi baca ini. Ngeeek ngoook.


Salam hangat selimutan,
Я̲̅ĕ№Ţxa

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…