Langsung ke konten utama

And I'm Black, White fellow....


(NOMINATED AS THE BEST POEM OF 2006 BY THE UNITED NATIONS)

WHEN I BORN, I BLACK
WHEN I GROW UP, I BLACK
WHEN I GO IN SUN, I BLACK
WHEN I SCARED, I BLACK
WHEN I SICK, I BLACK
AND WHEN I DIE, I STILL BLACK.
AND YOU, WHITE FELLOW:
WHEN YOU BORN, YOU PINK
WHEN YOU GROW UP, YOU WHITE
WHEN YOU GO IN SUN, YOU RED
WHEN YOU COLD, YOU BLUE
WHEN YOU SCARED, YOU YELLOW
WHEN YOU SICK, YOU GREEN.
AND WHEN YOU DIE, YOU GRAY.
AND YOU CALLING ME COLORED?



Saya kaget saat pertama kali membaca postingan copas dari online buddy saya di situs Multiply, Opa Margono. Mau menangis rasanya kalau anak sekecil itu bisa membuat puisi yg luar biasa....menggugah.Pasti yg dirasakan saat menulis ini karena banyak dilema tentang renungan kecilnya, bahkan perilaku orang lain yg jelas-jelas "berbeda" secara garis fisik. Jika memang benar. Saya pernah berada pada posisi anak ini.

Saat kecil, saya yg berdarah surabaya dan papua, memang tidak banyaknya berbeda dengan teman sepermainan saya. Saya banyak tumbuh di papua. Ayah saya berkulit hitam, ibu saya berkulit putih. Mengakibatkan variasi pada tiga anaknya. Saya, termasuk kedapatan warisan ayah saya yg berkulit hitam. Well, hal seperti ini tidak terjadi secara dahsyat pada pergaulan saya di papua saat itu karena banyak keragaman mencolok tentang budaya, maka banyak diantara kami tidak mempermasalahkan. Tapi sejak pindah ke malang ini 12 tahun lalu. Perbedaan sangat kental terjadi. Entahlah, saya sering mengalami hampir perbedaan karena warna kulit. Tidak banyak tapi ada. Saya marah. Padahal, tidak harus dengan begitu. Ada apa memangnya dengan kulit hitam? Ada apa dengan rambut keriting? tanya saya dulu. Konyol memang. Maklum, jaman kecil dulu labilnya ampun-ampun. Untungnya, sahaba-sahabatt saya tidak pernah memandang hal aneh ciptaan "kepala" saya. Tapi makin besar (saya tumbuh karena dancow dan susu bendera, sebelum berkhianat ke milo) secara total berubah. Orang-orang yg dulu memandang sebelah mata pada saya, lenyap di telan sinetron dan film box office (gak ada ngaruhnya). Saya bangga karena jadi bagian ayah saya. Aneh memang kalau saya ungkit ini ke permukaan karena hal itu sudah lama terjadi. Tapi dengan puisi adik kecil diatas itu, saya tahu pasti banyak anak-anak korban rasisme, bergumul dengan orang-orang kolot yang mempermasalahkan perbedaan secara hakiki. Kelak, kalau saya punya kesempatan menikah dan punya anak. Siapapun pasangan saya, anak saya tetap seorang papua dan moga-moga berkulit eksotik, hitam, seperti kakek dan ibunya.

Karena warna itu "bukan" kulit, tapi perbedaan mendasar pada tiap latar belakang, pemikiran, dan karya. Biarkan bertaut menciptakan harmoni yang menarik. Karena perbedaan itu...... Indah, variasi Nya pada eksperimen yg bernama manusia.



Salam,


Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…