Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2010

And I'm Black, White fellow....

A POEM WRITTEN BY AN AFRICAN KID
(NOMINATED AS THE BEST POEM OF 2006 BY THE UNITED NATIONS)
WHEN I BORN, I BLACK WHEN I GROW UP, I BLACK WHEN I GO IN SUN, I BLACK WHEN I SCARED, I BLACK WHEN I SICK, I BLACK AND WHEN I DIE, I STILL BLACK. AND YOU, WHITE FELLOW: WHEN YOU BORN, YOU PINK WHEN YOU GROW UP, YOU WHITE WHEN YOU GO IN SUN, YOU RED WHEN YOU COLD, YOU BLUE WHEN YOU SCARED, YOU YELLOW WHEN YOU SICK, YOU GREEN. AND WHEN YOU DIE, YOU GRAY. AND YOU CALLING ME COLORED?


Saya kaget saat pertama kali membaca postingan copas dari online buddy saya di situs Multiply, Opa Margono. Mau menangis rasanya kalau anak sekecil itu bisa membuat puisi yg luar biasa....menggugah.Pasti yg dirasakan saat menulis ini karena banyak dilema tentang renungan kecilnya, bahkan perilaku orang lain yg jelas-jelas "berbeda" secara garis fisik. Jika memang benar. Saya pernah berada pada posisi anak ini.
Saat kecil, saya yg berdarah surabaya dan papua, memang tidak banyaknya berbeda dengan teman sepermainan saya. Saya ba…

Masya Allah banyak ini isi postingan saya......>:)

Ini tugas menyicil dari sahabat pena saya, Firman Karagi (berasa masakan jepang). Karena bunga di depan stasiun kota baru belum mekar juga. Saya baru dapat yg serupa tapi tak sama. Tapi sama indahnya, sama kagumnya, sama cantik (yg motret). Keburu saya tidak bisa lama-lama di malang. Saking lupanya, saya sampai minta maaf mulu ;)) . Jadilah walking photography ini saya lancarkan kembali. Rindu juga motret lagi. Aaaah, saya cinta sekali foto mempoto. Lokasi di Jl.Karya Timur, lanjutan JL.Tenaga yg biasa dilalui mitolet AL. Ini dulu deh ...









Lalu setelah puas dengan harta karun di karya-timur, kami (saya dan paimin yg bolos gereja demi walking photography) lanjutkan pengejaran kami di Pusat kilometer 0 kota malang. Di Lun alun, sodara. Terkaget karena bertemu sahabat saya yg lain, Johan Porobibi. Dan, walhasil. Objek saya ya anak dengan muka gemesin ini. =))





Masih ada lagi, sodara sebumi. Kalo masih ada yg ingat tentang info aplikasi tentang editing photos yang saya arahkan di Vignette pad…

Perkara mata aja

Saya semakin yakin, bahwa dikeluarga besar ayah saya terdapat beberapa manusia aneh, termasuk saya (pengkonsumsi akar pohon seledri). Salah banyaknya, sepupu saya. Sebut saja Jali(nama sebenar-benarnya). Anak dari adik-kakaknya bapak saya. Jali ini, perawakannya yg mirip orang Yaman pasti tidak ada yg pernah menyangka bahwa ada sesuatu yg tidak menarik pada dirinya.
Jali(sebelah kanan), Sebelah kiri(Maria Marcedes Karbaba)
Okei, saya juga baru tahu dan... lumayan terkaget-kaget. Baru saja dia meluluskan diri dari salah satu smu favorit pesisir barat sana eeeee (logat papua). Cita-citanya yg mulia, mengantarnya untuk mengikuti ujian sekolah pilot di Jokjakarata (romanji dari Jogjakarta). Beberapa tes awal sudah berhasil di lalalui. 1-2-3 dan akhirnya tes kesehatan dalam. Ini sangat detail kelihatannya, dan memang, perorang harus melalui proses medis yg cukup lama. Cek cek, ternyata di tahap akhir ini dia dinyatakan...keguguran. Ouw, okei gugur secara terhormat. Sesimpel masalah teknis pa…

Teruntuk mu, cintaku.....

Masih ingat betul. Saat itu, malam mulai menggulung pada dini hari. Dua belas malam Satu-persatu dari kami bertiga dibangunkan oleh Papa. Bersiap untuk memulai persiapan. Setelah lekas, kami di ajak berkumpul di kamar utama. Sudah duduk rapi mama dan papa. Apa ini? Pikirku. Seperti enggan bergulir ke waktu ke depan. Masa yang sangat sentimentil. Papa dan mama duduk di atas tempat tidur, abang berdiri, aku dan adik ku duduk bersila di lantai. Lalu..

Papa memulai berbicara, mengawali semua dengan nada halusnya. Hening. "Hari ini, papa dan mama akan bertolak ke Arab untuk menunaikan ibadah Haji. Menunaikan rukun Islam yg terakhir." Ah, sudah kuduga, aku sangat membenci acara pamitan apapun temanya. "Ibadah Haji ini, adalah simulasi manusia dari lahir hingga hari kebangkitan nanti." Sambung Papa. "Hari ini pula, papa titipkan, kalian, harta benda dan apapun kepunyaan kami kepada Allah. Tolong doakan kami, agar bisa pulang dan kita bisa berkumpul lagi. Namun jika t…

الامطار هذه الليلة

Sembah ku pada Sang Maha Hidup.
Dearest Rabb, aku terjebak pada hujan yg sangat lebat dan rapat pada ujung malam ini. Di salah satu Rumah Mu. Aku menikmati tiap lagu rintikan yg turun. Aku mencintai hujan Mu.

Okei, biarkan aku menjabarkan betapa dekatnya aku dengan momen tiap hujan dengan bahasa kecilku.

Hujan bagiku, Robbi. Adalah kesyukuran tak terhingga. Waktunya Engkau sayangi alam yg panas karena ulah kami. Menumbuhkan rejeki untuk makan kami. Sekalipun itu banjir, itu hanya sentilan untuk segera memperbaiki.

Hujan itu, Cinta ku. Mencoba memahami tugas Mikail as. Sang perantara rejeki. Ingin aku sapa makhluk suci Mu itu. Tapi sayang, dia tak punya akun apapun di semua jejaringan maya.

Pada hujan, y Ghafur. Merekatkan kami yg ada di rumah. Saling menghangatkan. Berebut kudapan. Minum teh di cangkir bersama.

Dan untuk hujanMu. Aku selalu ingat untuk selalu bermunajat. Berdoa sebanyak yg ku mampu. Berharap digugurkan dosa. Di lebur kosong.

Dan sekarang berhenti, ijinkan aku mencari rej…

Glek glek glek

sumber

Kalau kata bisa mempengaruhi semua orang, apalagi ilustrasi gerak macam film atau iklan yah? saya setuju kalau iklan cocodecaca cocolala itu cerita simpel yang sangat inspiratif. Seorang anak yg sangat bangga dengan ayahnya. Saya memang tidak konsumtif dengan minuman ringan ini. Namun, tiap promosi dan program yang dibuat selalu tentang penimbulan semangat yg luar biasa mnenyenangkan untuk dinikmati. Dari kecil setiap ada iklan coca-cola ini, saya pasti khidmat menontonnya. Dan iklan yg terbaru ini sangat jauh menyenangkan.

(kenapa? malu kalo mau nulis iklan ini karena ingat bapak?) >> otak mulai cari masalah.

Iya sih, saya pernah dalam situasi itu. Mencoba menceritakan hal-hal menyenangkan bersama ayah saat duduk di sekolah dasar. Itu mengasyikkan. Sampai sekarang, seperti yg sudah pernah saya tulis. Saya melow kalo ngomong masalah bapak. Kalo Emak, mungkin saya lebih gak bisa, karena bisa mewek dulu. Terus berhenti nulis.

Cerita sedikit, bapak itu pekerja keras. Pintar, pe…

Kamera apa kabar?

Ada yang selalu saya rindukan dari keluarga kecil ini. Ketiga anak-anaknya. >:) Ini sesi foto saat beberapa hari pasca Aidil Fitri, saya dapat tugas dokumentasi di hampir seluruh tiap keluarga. Bertempat di kediaman rumah mungil saya, tempat yg biasanya jadi "ruang narsis" (entah siapa yg memberi nama pada ruangan ini, saya lupa). Mendadak disulap jadi, jadi, pembantaian. Hyaaah, bukan ya. Jadi ruang ekspektasi (istilah yg jangan di hiraukan). Lihat ada background putih? itu memang penutup kaca, sudah memang disitu tempatnya (aman). Nha, yg menjungul di belakang, itu kursi teras. Sudah dikontrak untuk jadi figuran, pelengkap-pemanis-apalah-namanya-terserah saat sesi jepretan. Dan terakhir, alas lantainya adalah......jenk jenk. Pemirsa menahan nafas, jantung berhenti, pingsan massal. Itu taplak meja makan.
Di mulai dari si mas, Gamal, titisan Ringgo namun agak beda umur. Lembut, berani, pemberontak. Lalu si mbak, Salsa. Penulis kecil, mandiri, pelukis. Dan Aisyah(Aish). Jut…

Karena itu...

Ada beberapa hal yg membuat Habibie jadi trademark istilah sebagai pria impian visual saya. Bolehlah, sesekali saya punya impian tentang seseorang, pria ya. Catet. Tapi dalam bentuk kehadiran, bukan bentuk karakteristik. Bukan saya namanya kalau itu.

Hmm... Well, Habibie itu dalam bahasa Arab adalah panggilan kesayangan perempuan pada seorang pria. Duluuuu banget, saya itu mellow abis kalo ada hubungannya dengan lawan jenis. Bawaannya pingin mengharu biru, durja kasafana, pokoknya sentimentil berlebih. Suka menyendiri. Baca quote cinta, pun tentang rindu. Dan parahnya lagi, track lagu "pembunuhan" diputar berulang sampai berderai air mata. Bleeeeh.Bodoh. Saya masih terlalu kekanakan dalam membentuk situasi. Rumit? Tidak juga. Padahal bisa dilakukan sesimpel mengikuti rasa suka saja. Toh, apa bedanya cara menghadirkan dan menghilangkan. Sama-sama melibatkan hati,bukan?

Okei, beberapa hal dari habibie ini tidak lain tidak bukan karena :
1. Saya yakin, tiap manusia punya pasangann…