Langsung ke konten utama

Mince kah..?!

Terkadang, polemik dalam khas kesukuan atau secara universal tentang keragaman identitas itu banyak yg berparadigma mengakar. Kebanyakan sih, tapi tidak semua orang. Saya, hmm...okei, keluarga saya adalah 5 dari berjuta-juta manusia yg kebagian situasi seperti itu. Okei, bagaimana memulainya? Sebentar. (Baca koran, Majalah Femina, bikin teh mawar dicampur ekstrak nanas honolulu, pakai rumbai hawaii). *Ambil napas dalam, sampai tembolok nyangkut di hidung...

Jadi, sebagian dari anda sudah menahui (istilah yg bs diazab kamus bahasa Indonesia) bahwa saya ini, salah satu dari keragaman hayati manusia. Bapak saya Papua tulen. Tampan, dan lugas. Emak saya seorang Njawanis. Fleksibel dan terpercaya. Lalu saya adalah campuran adonan keduanya. Tinggal di oven, bisa langsung di sajikan. Nha, untuk menunjang itu semua, nama saya yg semula direncanakan sebagai Gabriela Sabatini, karena emak saya penggemar kelas kakap mbah petenis ini, mendadak berubah jadi yg sekarang, Maria Angelino Parafifi Quandonoes Contigo... Biasa di singkat Nora Veronica.K. Lha, sering orang salah mengartikan apa-apa yg ada pada diri saya. Contoh, saat saya pindah sekolah dari Papua ke Malang. Saat pelajaran agama Islam. Semua teman-teman non muslim keluar. Dan... Teman-teman muslim memandang aneh seraya mengusir halus sang diva(ngeeek). Clingu'an tandak ketidaktahuan. Mendadak jd hiburan kocak. "Nora, gak ikut keluar?" Tanya Paijul, teman sebangku saya. "Ha, lha, terus saya ikut pelajaran apa donk?" Balik protes. "Nora ngerayain Idul Fitri?". Bingung juga, saya jawabnya. "Saya ngerayain hallowen, kamikaze sama mandi kembang. Saya muslim, hadirin hadirot". Sambil ngedumel ngunyah pinang.
Kayaknya emang ni nama kudu diganti kali ye? Jadi Nada Salsabillah, atau Humaira Bilqis gitu. Haha...

Baru-baru ini juga, bapak yg di hubungi bos-bos(ok)nya, dalam diskusi akhirnya ditutup dengan ijin kenaikan Hajj-nya. Kata bapak, reaksi pimpinannya itu.... Syoook. Uweleh. Masa kagak tau identitas anak buahnya? Ya, maklum. Kebanyakan penilaian orang tentang orang papua itu non muslim ya?! Gak layak bapak saya yg berambut keriting imut di sangka bukan muslim. Hahaha. (ngelus dada). Untungnya, hijab ini membantu saya (kecup²). Jadi ndak perlu tanya-tanya. Cuba kalo lihat abang saya. Dia selalu banggain kePapua-an kita. Dia itu 1 dari ratusan ribu orang Papua yg berkulit putih. Kalo saya dan adik bibir tebal saya sudah pasti bangga dengan keeksotisan kulit hitam. Nyahaaa.... Kami sering dianggap bukan sodara. Never mind. Kami selalu punya jawaban sendiri. "Abang mah anak nemu di gudang beras". :))

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…