Langsung ke konten utama

Emak lan pilihane niku

Saya itu sedang dalam perjodohan visual emak saya. Harapannya pada pria baik itu sangat besar. Saya cuma geleng-geleng, mau dibawa kemana otoritas hati saya. Hahaha... Saya menganggapnya hal kecil karena emak pasti punya kekhawatiran sendiri tentang pilihan anak perempuan kecilnya ini pada seorang pria yg belum nongol menjungul. Awalnya sih kami bertemu pada suatu perjalanan panjang. Lha, kebetulan kami bertiga sering berinteraksi. Asyik masyuk pembicaraan basa basi layaknya perkenalan biasa. Lha, sejak tidak bertemu lagi, tentu dalam hitungan tahun yg lama. Emak suka korek-korek toel-toel saya untuk mau menerima pria baik hati itu. Ealah dalah, salah apa saya ini kl jadi korban jodohan begini? Tetep, saya mengutamakan logika saya untuk, ya untuk punya munajat sendiri.


Nha, beberapa minggu lalu. Emak yg punya urusan penting dalam suatu komunitas datang dengan suka mencita. Setelah saya antar, saya lanjut perjalanan khidmat saya yg lain. Gak berapa lama.

Deringan Aku ini punya siapa sayu-sayu dari hengpong

Oh, emak nelpon.

Saya : Assalamualaikum, mamak.
Emak : (Bisik-bisik) Nduk, mamak ketemu sama Parji (sebut saja begitu
Saya : Ha? Sapa?
Emak : Wii, entar mamak ajak ketemuan ma kamu ah.
Saya : Mamak pingin ekspresi kayak apa? (datar)
Emak : (Lagak bodo amat kamu tetep dijodohin)

Telepon....Putus

Saya tetap dagdigdug juga takut ada kenapa-napa dengan pulsa emak. Astaga ini emak-emak serius amat becandanya ya?! Pokoknya tekad saya dalam beberapa jam kedepan menghadapi emak adalah..... gada. Tetep aja belagak santun anak sholeha. Tapi kalo jadi dijodohin bakal minggat dari kamar ke kamar mandi. Selang beberapa waktu, ini waktu cepat banget sampai ke angka 4. Saya sudah siap jemput emak. Dan, voila. Bertemulah saya dengan si Parji tadi. Tidak bertegur sapa, saya cuma lihat dari jauh saja. Ouw, itu dia. Sudah besar rupanya semenjak pertemuan kita 1 abad yg lalu. Kamu berubah, Ji *mendadak Fitri. Saya tahu persis, emak itu paling luluh kalo ada orang yg santun sama orang tua, santun kata-katanya, dan sigap ini itu. But heiii, kita bahkan belum tahu persis kayak apa si parji itu. Bisa-bisanya emak suka ya? Sampai pada ujung acara dimana klimaksitas terjadi pada roda kehidupan emak. Saya menunggu reaksi labilnya emak. Serius. Emak saya kelihatan tenang diluar. Tapi sebenarnya alaynya ampun durjanaaaa. Ditunggu, masih nunggu, menunggu. Apa mungkin lupa ya si emak ini? Saya yg penasaran lalu...

Saya : Mamak ku sing ayu dewe. Piye tadi katanya ada si jemblum Parji?
Emak : (Datar) Ouw, dia.
Saya : Lho, sebegitu duang reaksinya? Tumben.
Emak : Ah..udah ah. Gak asik.
Saya : (sinaran turun menyinari tubuh, cahaya semesta kebahagiaan terpancar, disenteri) Ha?
Emak : Iya, tadi ketemu Parji. Dia uda nikah april kemarin.
Saya : (Mau ketawa guling-guling di jalan tol) Apa? (sambil ketawa kenceng)
Emak : Ah, yaudah. Emang gak cocok dia ma kamu kayaknya ya? Entar mamak cariin yg lain.
Emak : (Ngeek).

Jadi ceritanya emak ini lagi "patah hati" gegara ditinggal nikah sama calon menantu visualnya. Hahahaha.... Entah berapa waktu lamanya emak bisa pulih dari sakit hatinya. Tapi serius ini bikin seru candaan saya kalo lagi pingin manja. "Mamak cemburu yaaa?" sambil toel dagu atau cium paksa si emak. Tapi gak perlu punya pikiran emak saya ini kolot sangat. Beliau punya niatan baik. Dan koq ya, saya ini tipikal orang yg paling takut dengan ridho orang tua. Saya akan berhenti kalo emak saya ndak merestui suatu perihal. Dan yg dahsyatnnya, doa emak kebanyakan makbul, cin. Agak takut kalo ada kata keluar tiba-tiba terus diamini Munkar Nakir. Hiiii, berasa ni emak titisan Dewi Aishwara rai dyeh. *Ngeek.

Last, plis sanget jangan berkomentar untuk segera mencari pasangan secepatnya. Saya ini orang pasrahan marang Gusti Allah. Biarlah itu jadi urusan saya dan (dangak, menatap penuh harap). Ah, suatu saat, mak. Kalo di ijinkan oleh Nya. Ane bawa lelaki pilihan Gusti Allah buat emak. Biar agak tenang beliau menghadapi hari tua. Hahaha.... *masih geli kalo diingat ulang.




Salam Cupid,
Renotxa.

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…