Langsung ke konten utama

Aduk Ciduk lalu

Tiba-tiba saya teringat tentang beberapa bulan yg lalu. Dimana tanpa pikir panjang saya menulis tentang kesedihan luar biasa. Itu postingan "terburuk" saya sepanjang penulisan.

Saya masih ingat bagaimana saya membuat imajinasi tentang keadaan yg membuat saya mengundang para teteman untuk berusaha menghibur saya. Mengarsitekturkan setiap sisi, konser mini, hingga detail kudapan. Itu konyol, kala itu. Biarlah. Toh itu cuma khayalan. Tapi tahukah, saya baru sadar bahwa sebagian dari "simulasi angan" itu benar² di wujudkan Rabb dalam bentuk nyata. :) Saya mencoba masuk ke perasaan dan pola pikir saya saat itu. Kembali membaca isi curahan itu. Air terjun mini dan kolam koi, hingga sofa merah. Bukan begitu?! Saya tidak tahu, hingga Rabb memberi saya kejutan tak terhingga. Tiap saya akan tidur, suara gemericik air itu...nyata. Ikan koi itu, benar² ada. Sofa merah itu bahkan ada di dalam kamar saya. Subhanallah. Lalu apa lagi yg harus saya ingkari nikmatnya?

Dan tahukah?! Sesaat setelah saya tahu banyak "tepukan dan pelukan" dari semua, sesaat setelah postingan itu kalian respon, beban di pundak saya berkurang. It was true. Belum terlambat kalau saya "katakan" bahwa kalimat akhir pada "LIHAT,SAYA BISA MELALUI INI SEMUA" sudah terpatri pada jidat saya. Bersaing dengan tulisan Kafir pada Dajjal. Bahkan lagu Usah kau lara sendiri rekomendasi dari teteman mengingatkan satu persatu wajah kalian. Ini juga kebenaran. Percaya atau tidak, saya mulai membayangkan bagaimana serunya kita bertetangga di surga kelak. Amin. Saya tidak perduli berapa sisa postingan seiring umur yg semakin menipis, menulis tentang sahabat seperti ini jauh lebih menyenangkan dari apapun yg saya tulis. Saya tidak akan bercerita banyak, hanya... Terima kasih kawan.

Kesadaran akan dunia nyata pada fana ini sebenarnya bisa di komandokan. Dari masalah itu, saya bisa belajar tentang rasa syukur, sabar, dan keikhlasan secara bersamaan. Lihat, banyak dukungan datang dengan deras. Hal diluar ekspektasi muncul cilukba. Dan sahabat, punya andil yang gak bisa disebelah matakan. Malam ini, saya datang pada pembacaan doa seorang sahabat yg ibunya telah kembali pada Rabbnya. Saya.... Entahlah, mulai menata hati untuk bisa tegar saat saya meninggal/ditinggalkan. Ah, sudahlah, terlalu malam untuk berbicara mati. Skip saja kalimat tadi.

Terima kasih, pengaruh kalian sangat berarti dalam metamoforsis kehidupan saya. Karena kalian, kado terindah setelah Islam dan Keluarga.

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…