Langsung ke konten utama

Bagaimana menjuduli postingan ini?

Saat kecil pernah gak anda mengalami perasaan suka pada lawan jenis? Saya rasa frase yg satu ini sudah umum dilalui orang. Saya jadi mengingat lagi apa-apa yg sudah saya alami karena curhatan bibi saya tentang anak perempuannya yg mulai membuka diri dengan seorang anak laki-laki. Saya ingat, waktu itu saya masih duduk di bangku TK (taman nak-kanak). Saat saya merayakan ulang tahun di sekolah, entah mengapa saya ingin diperhatikan oleh manusia yg satu itu. Anaknya menarik dari pada teman pria yg lain (oke, terkesan seperti mem-baligh-kan diri). Saya mulai cari perhatian. Memakai rok hijau favorit saya, topi noni belanda dengan bunga matahari plastik diatasnya. Ih ih, mendadak menjijikkan diri sendiri. Namun cuma itu saja. Saya hanya senang memandangnya jauh. Memastikan dia baikbaik saja. Cukup tenang di hati.

Lalu menginjak sekolah kedasaran (SD,red). Saat itu saya masih di tingkat 5 (tulis kelas lima,napa?). Saya mengalami hal yg sama. Namun mulai labil. Agak susah mengontrol diri saat teman-teman menyebut namanya (ya Allah, kalimat apa ini?). Pipi memerah, jantung kembang kempis. Lebih malu kalau bertatapan muka langsung. Tapi saat itu saya yakin dia juga punya hal yg sama terhadap saya. Akhirnya saya punya strategi untuk mengajaknya bersama teman-teman ke rumah. Masak bersama, bermain di kebun belakang, menggendong kucing. Lucunya, rasa senang dengan teman-teman lebih besar, dan saya lupa akan epreketek tadi. Dan lama-lama saya juga lupa seiring perpisahan sekolah. Kita juga tidak pada sekolah menengah yg sama.
Lalu pada dimensi di umur belasan nanggung itu, saya mulai agak ekspresif. Menyukai kakak teman sebangku dan.....ya begitulah. Mulai mencuri pandang. Celinguk'an di depan kelas, jantung uda pada tingkat kacau parah, bla bla, ingin disapa, "sapa ade kah kaka?". Ya ampun, kenapa saya ini? Akhirnya, selepas Cawu I (klasik kan kita masih pake istilah caturwulan?), saya pindah ke Malang dan tidak ada kejadian aneh lagi. >:)

Jangan berharap saya menulis kisah yang lebih dekat waktunya dengan sekarang. Belum dironamerahkan pipi saya karena seorang pria. Ok? deal? jabat tangan dulu baru lanjutin lagi.

Lalu sampai di ujung sekolah menengah kesatu, saya mulai jual mahal pada seorang pria. Najiz banget kan kedengarannya? Mulai jaga jarak sok anak pingitan. Pura-pura berlalu dengan sapu tangan yg dijatuhkan. Padahal, tukang kebun sekolah langsung membuang ke tempat sampah. Salah sasaran. Dan alhasil berlalu lagi. Sampai pada saat saya di sekolah keputrian para mentalis, gada y hadirin. Es Em A, saya yg banyak digandrungi para lelaki (skip atau lempar gadget/laptop/kompi anda). Gak deh serius, tiap kita kan punya kata menyukai disukai tho? Aseeek.... Jadinya ya, sama halnya anak muda kebanyakan yg mulai dengan tatapan malu-maluin mau. Untungnya, saya lebih memilih menyukai pelajaran, guru sangar, kantin besar, ekskul voli dan balet. Serius gak ada balet, maaf. Dan sampai sekarang dah ya.....


*langsung diterbitkan jurnal ini, tidak diteruskan.



Salam [heart],

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…