Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2010

Bagaimana menjuduli postingan ini?

Saat kecil pernah gak anda mengalami perasaan suka pada lawan jenis? Saya rasa frase yg satu ini sudah umum dilalui orang. Saya jadi mengingat lagi apa-apa yg sudah saya alami karena curhatan bibi saya tentang anak perempuannya yg mulai membuka diri dengan seorang anak laki-laki. Saya ingat, waktu itu saya masih duduk di bangku TK (taman nak-kanak). Saat saya merayakan ulang tahun di sekolah, entah mengapa saya ingin diperhatikan oleh manusia yg satu itu. Anaknya menarik dari pada teman pria yg lain (oke, terkesan seperti mem-baligh-kan diri). Saya mulai cari perhatian. Memakai rok hijau favorit saya, topi noni belanda dengan bunga matahari plastik diatasnya. Ih ih, mendadak menjijikkan diri sendiri. Namun cuma itu saja. Saya hanya senang memandangnya jauh. Memastikan dia baikbaik saja. Cukup tenang di hati.
Lalu menginjak sekolah kedasaran (SD,red). Saat itu saya masih di tingkat 5 (tulis kelas lima,napa?). Saya mengalami hal yg sama. Namun mulai labil. Agak susah mengontrol diri saat…

Di seberang sana

Kuat pada gestur Megah pada cahaya Kokoh pada pijakan Wibawa pada nama Dia, yang manawan Bukan sesembahan Cetakan alam yg besar Dijabarkan berwarna rana.








Salam Nasi Lemak,


Dia menjawab dengan.....

Dahulu, saat pertama kali menyadari bahwa perempuan akan mengalami fase biologis pada kebalighan, saya menyadari akan mendapati kuldesak dini. Langsung curi start mengantongi ini itu, untuk jaga-jaga agar tidak kaget pada saat "giliran" saya. Perihal lain pada hal yg serupa juga terjadi saat kenaikan SMU. Walaupun masih rapuh untuk bisa "hidup" selepas operasi, saya masih terperangkap pada kebingungan tingkat tinggi tentang gambaran masa perkuliahan nanti. Saya sadar, itu kuldesak. Kebingungan akan perubahan pada diri sendiri. Namun tak tahu jalan keluar dan pemecahan masalah karena pada saat itu semua terasa berada di....jalan buntu. #kuldesak.
Okei, itu bagian intermezzo nya. Saya yakin semua manusia pernah mengalami kuldesak yg sama walau dengan "seni" masalah yang berbeda. "Mengapa tiba-tiba saya mengangkat kuldesak?" Pertanyaan bagus. Terima kasih, Ridho. Akhirnya kamu baca lagi jurnal ini.Ada sedikit ilmu yang ingin saya bagikan dengan anda…