Langsung ke konten utama

Lalu (gak) Berlalu

Beberapa tahun lalu, saya dikenalkan seorang pria bertubuh besar, berjakun, brewok, dan berambut tebal. Setelah berkenalan, saya tahu, namanya Yulia. Haiyah... bukan. Bayulia. Karena sang pria ini penyuka hewan (dari amoeba sampai phoenix), dia mencoba merayu kucing saya , yg kala itu masih belia. Saya ingat, kala itu teman saya, Paimin, memang baru datang dari Gereja. Singkat sekali pertemuan kita. Dan tak lama setelahmya, saya diperkenalkan dengan 2 sahabat Kakak(hueeek) Bayu ini. Sebut saja, Iteunk dan Samidi. Lama perkenalan kami bisa di hitung dengan sempoa. Lama lah. Ada sekitar beberapa hasta meteran penjahit (ada ngaruhnya?). Tidak banyak kesamaan kami, terlebih kalau perbedaan memang sangat banyak. Paman ini (Bayu, red) sebenanrnya orang yg tidak terlalu banyak bicara. Hanya saja dia.... terlalu berkomentar. Komentar pedas nian kejam . Saya masih ingat, di antara persahabatan kami, dia mungkin paling labil suasana hatinya. Dan berbagai keunikan di dalamnya. Lihat saja, biar perwakannya tinggi besar begitu, dia paling gak jago beli martabak. Huaaahahaha.....

Dari kecil banyak teman bermain saya para pria, dan karena abang saya akhirnya bertandang jauh ke Papua sono, entah kenapa ke 3 paman saya ini otomatis jadi anak asuh emak saya. Banyak yang tidak mereka lewatkan (terutama acara yg berbau makan dimakan kemakan dan liburan). Saya rasa saya tidak kesepian semenjak ditinggal pindah abang saya itu. Sekarang saya punya tiga . Saya tidak akan menghitung berapa banyak hal yang saya sengaja libatkan mereka dalam kehidupan kekeluargaan saya. Jujur saya sudah merasa nyaman dan aman bersama mereka. Umur kami yg hampir terpaut 50 tahun ini (*plaak) tidak membuat perbedaan diantara kami terlihat mencolok. Lihat deh, yang ada mereka terlihat seperti anak muda penggila Friendster. Cucucu...Lucuu,kan ?!

Belum lagi yg saya suka, teman dari teman-teman mereka yang awalnya hanya jadi cerita, sekarang lebih dekat dengan kehidupan saya. Cek saja petarung wanita ini, Neng Biker, dia salah satu (ehem..) favorit saya lho. Dan masih banyak lagi manusia-manusia baik hati yang ada disekitaran saya. Sekali lagi, perbedaan yg mencolok yg ada pada pertemanan kami, tidak menjadikan batas silaturohim dan segala kegiatan baik kami terhalang. Jazakumullah khoiran.

Harusnya postingan ini temanya tentang hadiah Milad plagiat Ridho itu, paman Bayu. Ah, sudahlah. Biar telat, Paman. Saya sudah berjanji untuk menyegerakan postingan ini. Terima kasih sudah menjadi sahabat, kakak, paklek, tentor, korban yang baik. Semoga segala urusan baikmu dapat terkabulkan. Amin....










Adik,keponakan,muridmu

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…