Langsung ke konten utama

Yang bikin deg-degan bakar

Saya Jatuh cinta.....

Senyum-senyum sendiri, malu kalau ketemu, suka mikirin doi. Waduh, suka seneng kalau mau tidur dan setelah bangun. Ini membuktikan bahwa ternyata #atimisme (suatu paham tentang ke-perasaan tingkat akut yang menyebabkan sentimentilitas mempengaruhi perilaku maupun perkataan, jawaban sempurna untuk Paman Aaf Sinclair kala itu) saya masih terpatri. Masih punya rasa untuk bisa merasakan kalau saya sedang ketiban cintey. Ini kali pertama saya woro-woro gak jelas tentang sesuatu kecintaan saya.



Meet Lomoy, lomo mainan hadiah dari paman-paman terbaik yg saya kenal. Yang beberapa minggu lalu saya dikagetkan dengan bungkusan plus cap pos dari Hong Kong, di pita rafia (rumput jepang lebih oke nulisnya). Setelah dibuka, saya pikir itu mainan robot-robotan atau lampu tidur. Saya tertawa awalnya, tapi terdiam setelahnya. Ternyata benda ini benar-benar bisa dipakai untuk membidik gambar. Hari itu juga saya "kayuh becak" saya ke pasar foto terdekat. Membeli roll film yang dimana-mana ternyata cuma jual film 36 ASA 200 (saya lebih tertarik dengan ASA 400 karena sensitifitas pencahayaannya. Naas, gak dijual). Setelah dipasang dan di pakai untuk pertama kalinya. Saya putuskan untuk menunda mencium pelayan toko yg kala itu mbak-mbak muda. Malu ah. Dengan brutal saya jepret sana sini, tentu bersama paman-paman pemberi kado. Sampai habis gaya, habis tenaga, habis gelap terbit terang bulan. Habis sudah 36 jepretan. Siap dicetak. Dua hari menunggu lama, akhirnya dikejutkan dengan hasil yang menyedihkan. Dari 36 jepretan, hasil yang jadi hanya 2. Yang lain kosong semua. Itu menyakitkan. Bersamaan dengan kecelakaan tabrak tembok kemarin. Itu ujian terberat setelah kegagalan menjalin hubungan dengan Dude.

Tak berlangsung lama kisah sedih di hari Ahad, saya putuskan untuk memutuskan dan terputus --haiyah--. Saya isi lagi dengan film yang sama. Dan lumayan lama saya cetak karena tertinggal di tas mas Tukang Sate itu. Saya amanahkan untuk segera di habiskan.
1 hari berjalan ..... hari tenang,
2 hari setelahnya ..... mulai gelisah,
3 hari jalan lagi ..... panik,
9 hari berlalu ..... ling lung,
17 hari penantian ..... panas,
3 bulan lamanya ..... harakiri-harakanan-haralooo.

Ya, gak selama itu sih. Toh akhirnya saya cuci dahulu, dan hasilnya. Voila, yang tercetak sekarang meroket jadi 26. Ini keajaiban setelah gagal cuci cetak di film pertama. Hasilnya, sudah di duga, dengan permaian 3 layar dan tone warna sangat layak untuk bisa dijadikan koleksi alat jepret say. Allah hu Akbaaaaaar...... Belajar dari pengalaman dan hasill foto yang jadi, saya putuskan mendalami lagi kamera mainan ini. Dan ini hasil dari roll kedua. Bukan karya saya, memang bukan. Cuma tiga, yang lain masih nge-blur. Foto ini yg saya nilai lucu. Ini karya dari Mas-mas jual degan ini. Hihihihi...










Nb : Saya sudah menggunakan film yang ke tiga. Saya unggah lagi fotonya setelahnya. Doakan semua film tercuci, jadi sekalian di cetak. *Pakai mukena.



Salam Motrek,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…