Langsung ke konten utama

Langkah saya di rumah

Jarang saya disakiti orang lain, paling ndak saya berusaha berpikiran positif, ndak kerasa kayaknya.Aah, biarlah. Tapi, saya sendiri aktor kehancuran diri sendiri. Apalagi di rumah. Liat ini :
*Tunjukin sikut
*Lutut
*Jempol kaki

Semuanya memar, luka, merah. Iyo, saya suka bikin badan jadi sasaran empuk tembok, meja, kulkas. Wedeuw, apa saya mengalami penuaan dini? Secepat itu, Rabb? Karena suka jalan mepet-mepet minggir-minggir, kecenderungan tertabrak sangat besar. Ini gak sebanding dengan aktifitas luluran di kamar mandi atau pemakaian conditioner. Kayak tadi pagi saja, lutut saya untuk kesekian kalinya nabrak tembok. Entah untuk urusan apa Rabb mengingatkan saya tentang cara melihat dan cara berjalan dengan baik. Tapi heeeeyy, apa saya salah berjalan sesaat setelah bangun tidur? Saya sadar kok. Tadi pagi saya sempat chatting dengan sahabat saya lama sekali. Sampai kesenangan, saya lupa bersihin muka, tempat tidur, bersihin hidung (n-g-u-p-i-l). Well, ini bukan yg pertama, sudah banyak kasus pememaran seperti ini sejak kecil. Itu yg jadi kekhawatiran Emak-Bapak saya. Mereka cukup (yaaa,,,kismisnya jatuh) maap, cukuplah takut melepas anaknya sendiri di dalam rumah. Okei, Mereka ndak takut saya ada di jalur gaza atao arena pertempuran. Tapi di rumah. Dengan barang-barang yang diletakkan seafdholnya.

Apa saya butuh psikiater?
Butuh dokter mata?
Atao butuh penuntun hidup?

Entahlah, yang penting Country Choice rasa Jambu biji dan roti yg kismis nya jatuh satu ini enak. Masih juga belum saya obati sedari pagi bekas benturan di lutut ini. Tapi cenut-cenutnya sudah bikin meringis minta di siram Bang-leng punya nya Koh Ju Tong. Anda-anda sekalian di mohon mawas dengan barang sekitar. Usahakan jangan gegabah mengambil langkah selanjutnya tanpa doa. Iya tanpa doa. Untungnya ya, kalau bawa kendaraan ndak mepet nabrak rumah, orang atau kucing. Maaf dunia.....



Salam kejedot,


Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…