Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Juni, 2010

Yang bikin deg-degan bakar

Saya Jatuh cinta.....
Senyum-senyum sendiri, malu kalau ketemu, suka mikirin doi. Waduh, suka seneng kalau mau tidur dan setelah bangun. Ini membuktikan bahwa ternyata #atimisme (suatu paham tentang ke-perasaan tingkat akut yang menyebabkan sentimentilitas mempengaruhi perilaku maupun perkataan, jawaban sempurna untuk Paman Aaf Sinclair kala itu) saya masih terpatri. Masih punya rasa untuk bisa merasakan kalau saya sedang ketiban cintey. Ini kali pertama saya woro-woro gak jelas tentang sesuatu kecintaan saya.


Meet Lomoy, lomo mainan hadiah dari paman-paman terbaik yg saya kenal. Yang beberapa minggu lalu saya dikagetkan dengan bungkusan plus cap pos dari Hong Kong, di pita rafia (rumput jepang lebih oke nulisnya). Setelah dibuka, saya pikir itu mainan robot-robotan atau lampu tidur. Saya tertawa awalnya, tapi terdiam setelahnya. Ternyata benda ini benar-benar bisa dipakai untuk membidik gambar. Hari itu juga saya "kayuh becak" saya ke pasar foto terdekat. Membeli roll film y…

Langkah saya di rumah

Jarang saya disakiti orang lain, paling ndak saya berusaha berpikiran positif, ndak kerasa kayaknya.Aah, biarlah. Tapi, saya sendiri aktor kehancuran diri sendiri. Apalagi di rumah. Liat ini :
*Tunjukin sikut
*Lutut
*Jempol kaki

Semuanya memar, luka, merah. Iyo, saya suka bikin badan jadi sasaran empuk tembok, meja, kulkas. Wedeuw, apa saya mengalami penuaan dini? Secepat itu, Rabb? Karena suka jalan mepet-mepet minggir-minggir, kecenderungan tertabrak sangat besar. Ini gak sebanding dengan aktifitas luluran di kamar mandi atau pemakaian conditioner. Kayak tadi pagi saja, lutut saya untuk kesekian kalinya nabrak tembok. Entah untuk urusan apa Rabb mengingatkan saya tentang cara melihat dan cara berjalan dengan baik. Tapi heeeeyy, apa saya salah berjalan sesaat setelah bangun tidur? Saya sadar kok. Tadi pagi saya sempat chatting dengan sahabat saya lama sekali. Sampai kesenangan, saya lupa bersihin muka, tempat tidur, bersihin hidung (n-g-u-p-i-l). Well, ini bukan yg pertama, sudah banyak …