Langsung ke konten utama

Dearest,Cintaku

Kalau aku berbicara tentang Mu. Dalam usia ku yang dulu, aku sering marah pada Mu. Angkuh, bahkan rasa setengah hati pernah aku lalui untuk menilai Mu. Rumah Mu, bukan rumah ku. Pernah terpikir oleh ku Engkau sibuk dengan manusia yang menyapa Mu dari pada aku yang suka membangkang atas ketidakadilan Mu, saat itu. Hingga akhirnya aku menyalahkan Mu karena derita lama Ibu ku. "Engkau dimana?", tanya ku. Aku lebih sering berdiam untuk menunggu Mu. Sengaja aku lakukan di saat malam, itu cara ku untuk bertemu dengan Mu, menghabiskan waktu, dan Kau tak pernah datang. Surga dan neraka seakan hanya jadi legenda, cerita yang tidak akan terjadi, karena aku sudah hampir menghapus Mu dari pikiran dan hatiku.

"Engkau dimana saat keluargaku berjuang menata serpihan hidup?", "Tak bisakah Engkau membuat hidup kami dengan jalan yang lurus?", "Atau setidaknya, jangan uji kami dengan orang-orang bertopeng diluar sana?", tanya ku. Aku menuntut hak ku atas pekerjaan sesembahan ku untuk Mu. Engkau kemanakan doa ku? Apa hanya Engkau dengar lalu menaruhnya diatas "meja" Mu? "Apa Engkau enggan melihat ku, karena ada penghalang sekat atap rumah dan 7 langit Mu? Atau begitu hinanya aku yang tidak sesempurna kekasih Mu, Muhammad, yang dengan setia merajut cintanya dalam tiap ucapan dan perilaku."

Aku.... Hampir semua anggota badan ku direngkuh setan. Ditutupi telinga, mata, mulut, bahkan hati. Sampai harus mengumpat, bahkan mengadili Mu dengan membabi buta. Namun tidak dari sepertiga waktu Kau rengkuh kebahagiaanku. Bahkan kebahagiaan itu lebih banyak dari secuil ujian Mu. Aku malu, sampai harus tertunduk, takut Kau lihat wajah ku. Sedih menangisi beratnya dosa dari pada kebaikan. Takut akan amal dan taubat yang gugur begitu saja. Bukan karena kehendak Mu. Tapi karena aku, yang tak bisa menjaga mulut, mata, telinga dan hatiku. Aku tidak berharap banyak untuk bisa melihat "wajah" Mu. Atau bertemu dengan pria yang Kau sebut kekasih Mu. Amal ini yang membuat ku tetap disini sebagai mausia biasa. Namun, cintaku, tahu kah? aku berusaha berlari pada Mu. Berusaha memeluk "hati" Mu. Agar Kau bisa mendekat lebih cepat dari usahaku. Agar batin ini puas karena kehadiran Mu. Tidak butuh semua orang tahu. Hanya Kau yang tahu seberapa pantas aku bisa bertahan di dunia yang Kau ciptakan untuk ku. Untuk waktu yang kau sediakan agar aku menyiapkan tataan peta dunia dan akhirat ku dengan baik. Aku tidak memerlukan apa-apa selain Mu. Dan tolong, cintaku, jangan Kau bolak-balik kan hatiku agar tak lepas dari perlindungan Mu. Tetapkan hati ini hanya teruntuk Mu. Hanya pada Mu cerita ini begitu sentimentil sampai aku malu saat berusaha merangkai satu demi satu kata agar Kau "tersenyum" melihat ku. Karena ini hanya antara.....

Aku dan Rabb ku.




Yang mencintai Mu,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…