Langsung ke konten utama

Terkadang di Bandara

Tadi... iya tadi, saya dengan rajin bangun pagi, cuci becak, terus mandi (iya mandi, jangan kaget). Alarm saya kalah cepat dengan telepon bapak disana. "Bapak boarding ya, jemput 1 jam lagi". Wooot?? Masih asik pingin leyah-leyah (nyantai,dude). Akhirnya mangkat juga melalui proses tadi di kalimat pertama. Hareeee, pagi ini indah rupanya. Ada picang goyeng, ada goyeng dombret. Sambil cuci becak diluar, dilihat banyak khalayak. Mulai dari anak SD, SMP, SMA (kok anak-anak semua tho?), ada juga ibu-ibu jual sayur gendong, bapak yang pake celana >>> haiyah gak penting. Pergilah bersuka cita ke bandara terdekat. Jarak rumah saya cuma 15 menit omplong duang. Itu berarti saya tadi memolorkan waktu 40 menit dari 1 jam perjalanan bapak pake burung besi.

Sampai di bandara yang masih dibawa kendali Lanud, semua petugas diwajibkan cek ricek semua kendaraan yang masuk, baik yang beroda ato tidak (para penjamu gendong?). Ada 2 spot penjagaan ketat. Saya yang pede sendiri seperti biasa melanglang kayak biasanya. Pos pertama, biasanya di cek bagasi. Ini gak. Cuma tanya, "Mau jemput?". Yasudahlah, namanya juga perempuan, agak keder juga ditanyain pria kekar macam itu. Did i say sumthing yaiks? Sampai pos kedua, penjagaan lebih ketat lagi. Pistol berkaliber gede uda ditenteng kemana-mana. Bazoka, rudal, roket (berlebihan..). Tampaknya seperti biasa saja, sampai penjaganya bertanya.

Prajurit tampan minta ditampar (pamit) : "Pagi, mau kemana?".
Saya Versi Alim (Saya Baik) : "Jemput,pak".
Saya Versi Bejat (Saya Nakal) : "Numpang ke WC".
Pamit : "Dari mana ini?".
Saya baik : "Blimbing, pak" (muka menohok).
Saya Nakal : "Dari Neraka".
Pamit : "Kenapa sendirian?".
Saya baik : "Ada yang salah?".
Saya Nakal : "Mau ajak pak Presiden, sibuk dia".
Pamit : "Jemput sapa?".
Saya baik : "Jemput bapak saya" (uda bete).
Saya Nakal : "Jemput nyawamu, banyak tanya".
Saya baik : "I'm in a rush, mister. Thank you" (Liatin jam yg abis batereinya).
Pamit : "Baik silahkan. Pelan-pelan saja".

Akhirnya saya berkesimpulan, bahwa tak baik anak perempuan berada di bandara sendirian. Hindari pengawal yang masih single, bertubuh kekar, sedikit atau lebih kadar menariknya, jangan lempar senyum mu seutuhnya, karena itu kunci pria terpesona melihat wanita. Ingat, bacalah doa perjalanan. Itu sangat membantu dalam pengusiran maksiat mata dll. Hehehe... Seterusnya, jia kau suka digoda olehnya, sambangilah bandara walaupun hanya kamar mandi keperluannya. *Jangan mencoba.



Salam Take out, Landing position

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…