Langsung ke konten utama

Saving childrens....children's children.



Saya baru dapat kiriman dari sahabat saya di Ngayogyakarta. The Wisdom of Women, cerita tentang perempuan-perempuan yang berjuang demi keluarga dan keyakinannya. Ouwlala... Favorit saya pokoknya. Satu yang jadi renungan saya (kebetulan sama tujuannya dengan renungan saya beberapa bulan lalu saat di kamar mandi). Seorang ibu, Yahya Komariah, yg terhimpit ekonomi keluarganya, seorang mantan pekerja pendidikan, dan mendirikan Homeschooling di ruang lingkungan rumahnya. Yang menarik, dengan bekal keguruan yg diembannya selama 8 tahun, dia mati-matian melegalkan Homeschooling nya. Mulai dari ke Diknas untuk pengakuan rapot, ke Edu-World, British Council (sebagai tempa beasiswa, dan alhamdulilah, diterima), dan tempat lain sebagai fokus usahanya. Komunitas Homeschooling yang di beri nama Berkemas (Berbasis Keluarga dan Masyarakat), cukup mengartikan bahwa pencarian ilmu itu bisa di dapat dimana saja, keformalan tidak hanya dibatasi dengan tempat dan keseragaman pakaian. Tidak hanya guru saja yg berdiri di depan kelas untuk mengajarkan secara sistematik, tapi semua orang adalah guru. Keluarga dan masyarakat adalah Guru. Menyentuh sekali... *Usap mata pakai kanebo. Hal lain tentang slogan "Berkemas", arti sebenarnya yg diusung Ibu Yahya, berkemas yg artinya untuk bersiap-siap. "Bersiap untuk hidup, untuk meninggal, untuk apa saja." Ini menarik, karena saya sangat peduli terhadap pendidikan anak-anak. "

Pelajaran yg diajarkan juga mengikuti kurikulum diknas lho. Selain itu, mereka juga belajar melalui pola hidup masyarakat juga. Suatu contoh, Ibu Yahya membawa anak muridnya untuk belajar tentang transportasi. Beliau langsung yang mengajak mereka naik metro mini, busway, kereta api, dan transportasi lainnya. Dan mereka juga belajar apa-apa yg patut di ketahui. Seperti melibatkan geometri, matematika, dan lain-lain. Yang lucu, kalau anak-anak itu ditanya siapa gurunya, maka mereka menjawab, "Banyak". Kenapa tahun saya dulu gak ada Home schooling yah? Kan enak sekalian bawa kamera (apa saat sekolah dasar saya sudah menggunakan kamera? Tidak. Saya sama sekali tidak tahu kalu ada barang bernama kamera. Saya malah menamakannya alat yg ada televisi didalamnya).

Apa yg saya dapat benar-benar cemerlang. Saya bersemangat lagi dalam hal perpendidikan semacam ini. Hal kecil yg sama halnya seperti anda, readers, saya sangat menyayangi anak kecil, tentu dengan keadaan bersih tidak dengan kotoran di celananya. Yeaaah, kawaiii desu nee?! (lucukan..?!!). Entah hal apa yg membuat mereka sangat damai, mereka selalu menarik dr sisi mana saja. Dari kecilpun, saya yg beda 4 tahun dari adik saya juga sudah terlihat rasa sayang yg sangat besar terhadap anak kecil. Itu sih cerita emak saya. Dan sekarang.. Sedih melihat anak bayi dibuang ibunya di tong sampah. Benci dengar berita apapun tentang abortus. Marah tentang kekerasan pada anak sendiri. Miris melihat anak-anak yg gak mampu sekolah, berlingkup jalanan dan kolong jembatan. Duuh, ndak tega saya. Ini yang buat saya akan berusaha dan berdoa untuk membangun proyek bagi mereka. Seperti halnya orang yang mau membantu sesama. Saya peduli dengan pendidikan mereka. Tapi gak tahu bagaimana caranya. Bleer....

Dalam pembicaraan santai, saya utarakan pada Emak. Saya ingin buat rumah baca atau rumah singgah buat anak-anak tersebut. Karena hobi saya membaca, hobi saya fotografi (hmm...harusnya gada tulisan ini), maka mengapa tidak saya menginvestasikan dana akhirat saya melalui buku? Hihihi... Lambat laun, saya meminta pendapat teman-teman saya tentang proyek ini. Ouwlala... Saya membayangkan bagaimana rasanya duduk bersama, saling berargumen, memakan kudapan bikinan saya (telo goreng, iyoooo...aku ora iso masak sing aneh-aneh). Wuduuuuh.
Insya Allah, jika atas ijin Nya.




Pak/Bu Guru, Terima Kasih.

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…