Langsung ke konten utama

Menganga

Sontaknya mata

"Rasa capai dan lelah sudah berhasil memakan energi satu demi satu. Senja sudah tidur, bulan masih mengintip dari pekatnya awan. Melewati kota ...tunggu dulu, di salah satu kota di Jawa Barat. Daerah yang sepi hanya terlihat jalan dan rumah makan. Tak lupa, berderet rumah bertuliskan kata-kata cantik. Nama rupanya. Para perempuan duduk manis di bangku di depan di tiap rumah. Memakai baju ala kadarnya, melawan dinginnya malam, menahan kakunya badan karena tak cukup kain untuk menutup sebagian besar tubuhnya. Ada yang terduduk merenung, ada pula yang berjoget ria. Entah untuk apa senyum manisnya mengembang di tiap orang yang ada di dalam kendaraan yang lalu lalang di jalan utama. Semula biasa saja, namun akhirnya, sadar akan hal itu, rasa sedihlah yang sekarang dirasa.

Hei Perempuan....Mengapa?"


Renotxa, 27 Februari 2010, Catatan Bis #3

Tulisan diatas saduran dari catatan kecil saya saat melakukan wisata hati bulan lalu. Menyenangkan, banyak juga cerita aneh pola tingkah ibu-bapak pkk menceriakan kehidupan "bis" kami saat itu (gak ada yang sebaya, saya salah satu yang masih single, yang lain anak kecil tanpa ada struk tiket, numpang gratis rupanya). Yang menarik, ceritanya selalu gak ada endingnya (gimana nggak, cuma lewat sekelebat mata). Nha, ini yang juga jadi renungan saya saat itu-sekarang. Melewati salah satu kota di Jawa barat, saya lupa kotanya, sudah masuk malam waktu itu. Jalur pantai utara yang dilewati ke-lalu-lalang-an kendaraan, hanya, nampaknya susah dicermati gerak gerik kehidupan masyarakatnya. Pasti banyak tempat persinggahan, rumah makan, dan pengisian bahan bakar (bukan bahan gosip, impian ibu-ibu jaman pkk). Saya suka mengamati jalan, terkadang adaaaaaaa saja yang dijumpai. Gak usah disebutin, tapi pasti ada manusia dan alamnya. Nha, melewati spot yang disebutkan di atas, awalnya memang saya terkesima dengan rumah yang bertuliskan nama wanita.

Rumah pertama : Rumah Ratih
Rumah kedua : Tika Kusuma (kayak agro wisata aja)
Rumah ketiga : Laila Purnama
Rumah keempat : Sari, dll..

Wow, kreatif sekali masyarakat sini, papan alamat kalah besar dengan tulisannya. Sudah gak jaman rupanya pemakaian papan nomor rumah. Rumah pertama-kedua biasa saja, sampai beberapa meter setelahnya. Merasa ganjil dengan fenomena yang ada, saya mulai penasaran ada apa dengan rumah-rumah mereka. Banyak sekali gadis (atau bukan gadis) yang berdiri dan duduk diluar rumah mereka. Entah untuk berkumpul atau sekedar berbicara, tapi di tempat yang jauh dari modernisasi, nampaknya susah untuk menggambarkan kebiasaan hidup hedon (terlihat dari cara berbusananya) di tempat itu. No no, sumthing has happened. *masih penasaran.
Ilustrasi wanita dengan pakaian minim dan bersolek sepertinya cukup memperkuat alibi saya tentang sesuatu yang memiriskan hati. Ouw, rupanya persinggahan dengan embel-embel karaoke ini bisa jadi digunakan tempat wasiat, atau mungkin saya salah tulis kata maksiat. Hmm... Apapun itu, bagaimana perangai mereka menggeliat, terlihat seperti cacing kepanuan. Dan, hei, ini sudah malam dan udara pasti terasa dingin menggigit kulit. Tidak mungkin mereka rela setiap hari disematkan tanda merah di tubuh mereka karena ke-masuk-angin-an. Ouwlala, tidak saya, tidak anda, cukup terpukul rasanya saya sebagai perempuan. Saya rasa kita tahu kemana arah mereka, kalo pun tidak tahu, mungkin saya yang salah kaprah menilai tingkah laku "nakal" mereka (menganga).

Ealah, wanita. Tidak takut dosa y...?




Salam Konde berkepang,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…