Langsung ke konten utama

Kayak gini...

Hidup saya mirip sinetron-sinetron di stasiun tivi swasta. Tapi bukan sinetron kolosal yg pake kemben atau baju kurang pakaian. Dalam benak saya, sedikit pun gak pernah nyangka saya berada dalam situasi aneh kayak gini. Saya seorang fleksibel, cuek, tapi gak peka. Maksud saya, kepekaan saya dalam menilai seseorang. Saya dianggap paling berada dalam level 0 dalam hal ini.

Sejujurnya, saya tidak pernah memposisikan diri saya sebagai orang hebat. Karena saya tidak hebat, pintar, kaya, apalagi bertalenta. Tapi, saya merasa harus menenggelamkan diri saya dalam suatu masalah yg dibuat orang lain yang menjurusnya kepada keluarga. Well, kalo sudah begini, mau gak mau, saya rela nimbrung lama-lama dengan tetua. Lebih simpel, secara universal, kebanyakan orang masih kolot mengangap ketenaran dan status sosial itu PENTING buat kehidupan mereka. Naudzubillah. Dan sampai sekarang saya heran, ternyata ada beberapa orang, atau mungkin banyak, yang punya pikiran picik seperti contoh barusan. Contoh lingkaran kecil yg saya buat. Saya bertemu dengan orang baru dan mulai menjalin hubungan pertemanan dengan basmallah. Si Fulan (orang) yg pada awalnya biasa saja, berubah drastis menjadi "vampir" muka napsu setelahnya. Versi teteman saya, karena saya begini lah, karena saya anak bapak saya lah, karena saya anak emak saya lah, karena saya adik dari abang saya lah, bla bla bla. Jujur, saya berada dalam titik tidak nyaman, sampai sekarang. Saya mau nya, orang bisa menerima saya sebagai Nora Veronica.K, anak ingusan yang gila motrek. Bukan embel-embel lain. Saya dan keluarga memang bukan keluarga kesultanan (ya bukanlah), bukan jg keluarga yg bergelimang harta, tapi kami keluarga yg suka bagi-bagi kasih sayang dan kepercayaan. Makanya kami suka banyak teman, tambah teman, sayang teman.

Mungkin saya orang sekian puluh triliun yg berada dalam situasi pelik kayak gini. Saya sih, santai menanggapinya. Saya lebih suka ber"sikap" dari pada tebar ancaman pada si pelaku(s). Hahaha.... No no, saya ingin menghadapi masalah layaknya orang sholeh. Tapi sungguh, saya gak rela jadinya kalo ada teteman yg punya pikiran seperti contoh diatas. Gak ridho rhoma. Mendapat kan teman itu mudah, tapi sangat susah untuk bisa menerima mu apa adanya, melengkapi kekuranganmu, membantumu secara ikhlas.




Salam,


Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…