Langsung ke konten utama

Lelaki itu....









Liburan di Merauke, 2006



Dia.... Teman bermain saya saat masih belum bisa berjalan. Tiga tahun perbedaan umur kita, nampaknya hal yang biasa untuk bisa menjalin hubungan lebih dari pertemanan, persahabatan mungkin. Kadang suka saling memukul, mencium, memeluk, bahkan mencakar. Yaa... Kebiasaan anak kecil yang aneh, berbahaya, seru. Beranjak berjalan, sampai masuk sekolah. Dia datang dengan salam, mencium kening saya, lalu mulai "menampar" (jyaah.. serial komedi yg di pakai pelawak jaman sekarang). Sampai pada saat kami tumbuh bersama, jalan menuju sekolah yang sama. Saling menyapa di kantin sekolah, bahkan bermain kasti bersama penjaga sekolah. Keegoisannya, buat saya tidak nyaman sama sekali. Saya suka menghindar bahkan malas bertatap muka. Tapi saya salut dengan nilai matematikanya, dia pintar sangat, dia ahlinya. Walau nilai kimia saya jauh lebih bagus darinya saat sma. Abang saya....

Banyak jurnal yang saya tulis tentang para lelaki kecintaan saya. Ayah saya kebanyakan. Lalu setelahnya, saya ingin menulis sesuatu tentang abang saya. Entah apa yg membuat saya menulis ini tentangnya. Saya rasa dia pantas mendapatkannya. Untuk perempuan yang punya seorang kakak laki-laki dan adik perempuan seperti saya, rasanya hidup saya seperti Makhluk Fungsional yang kesasar di bumi (planet asli, Karbaba). Ya, kadang saya bisa jadi perempuan "tulen" bersama abang saya, dan jadi laki-laki "macho" jika bersama adik saya. Saya bisa berganti genre apa saja yang saya mau. Dia(abang saya)... Pulang ke rumah 3 minggu yang lalu dari perantauan. Mengambil liburan akhir tahunnya untuk bisa memantau persiapan pernikahannya yg dalam hitungan beberapa bulan lagi. Dengan senang hati saya jadi perencana pernikahannya. Saya dan emak saya yang pontang-ponting kesana-kemari kesitu-kesini mencari perlengkapan pernikahan pertama di keluarga kami itu. Saya juga sempat mengantarnya melakukan prewed pertamanya. Saya turun langsung di dalamnya.

Suatu waktu, saat kami pergi bersama, dia bergandengan tangan dengan calon istrinya, miris juga hati saya. Bukan karena iri melihatnya emang iri, saya sudah lama tidak "bermesraan" dengannya. Tapi tidak, sesekali tangan saya dipegang. Atau bahu saya dirangkulnya, lalu dia belai kepala saya. Itu cukup buat ingatkan bahwa dia sangat menyayangi saya, adiknya, selain memberi setoran duit per bulan (Bang, jangan lupa Indopisiyon belum di bayar). Saya rindu masa kecil saya. Saya rindu kebersamaan keber-saudara-an kita. Hal lain akan berubah saat dia memulai keluarga barunya disana. Sekarang saja, saya rindu bagaimana dia "memarahi" saya dengan logat Papua-nya. Saya rindu cara mengemudinya yg arogan-bikin-paru2-kembang-kempis. Saya rindu cerita lucunya yang saya jamin lebih lucu dari komedi apapun di muka bumi (kecuali ada Jim Carey di sini). Saya rindu cara memotretnya yg lebih jitu dan brilian dari yang saya lakukan (dia lebih mudah menyingkirkan profesi tukang jepret saya).



........ (habis ide, perpanjangan kalimat akan membuat abang saya besar kepala)



Salam,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…