Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2010

Sahabat ku, readers...

Saya membayangkan kalian readers, sahabat-sahabat saya, kita duduk bersama di sofa maroon yg empuk dalam sebuah ruangan. Bersebelahan dengan kolam ikan koi yg bersih serta air terjun kecil diatasnya, tanaman anggrek dan Lili yg berwarna putih, dan ukiran Asmat-Bali yg antik. Dengan suguhan cokelat dan teh hangat, kudapan kue lontar, choco cookies, juga buah pome. Kita duduk bercerita, tertawa, berargumen bersama.

Satu-satu diantara kalian bergantian duduk di sebelah saya, sahabat-sahabat perempuan memeluk saya erat, berbisik sesuatu yg membuat saya tersenyum. Lalu sahabat-sahabat pria yg bergantian menepuk punggung saya sambil berbisik memberikan dukungan. Setelahnya, kalian melakukan suatu pentas kecil, membuat komedi dan konser kecil, seolah semua dilakukan agar raut sedih itu sedikit hilang dari wajah saya, walau pun kalian tak tahu persis apa yg membuat saya sedih.




Agar saya bisa bangkit dari ujian berat ini, dan berkata, "Lihat, saya bisa melalui ini semua".



Salam,







Apel pagi rangkap sampai minggu depan

Maaf...saya sibuk setangah mati (judul lagu d'nasib yg baru). Dari bulan kemarin sampai hari ini, kulit gak bisa bernapas dengan lega, komedo gak bisa tumbuh sebagaimana mestinya, ketombe juga tetep berwarna putih gak bisa berubah jadi biru. Ouwlala.. Banyak sekali tamu yg datang ke rumah. Ini rejeki kan ya? Iya lah. Banyak tamu banyak rejeki, tambah berkah. Capek-capek juga gak masalah. Dari tengah desember lalu yg lalu dari teteman dari Jakarta, akhir tahun yg juga gak kalah rame dari Jakarta pula. Disambung sodara-sodara dari Surabaya. Lha.. sekarang, orang se-Papua sebanyak 34 orang tandang (juga) kesini. Info sekilat : Orang Papua gak sesedikit itu. Tapi gelak bincangnya 1 orang uda mewakili 1000 orang dari suku Maimurei dan suku suku lainnya. Yeah, rame sekali kalu digabungkan dari 34 orang itu. Hasilnya bisa mencapai 34.000 (hasil perkalian tadi). Eh, tapi juga masih sedikit ya? Penduduk yg bermukim sekarang kan uda ratusan ribu (itu juga dihitung yg tanpa KTP, menurut Lemb…

Mbak Bank, aluw....

Kemarin niatan mau nabung. Yeah..nabung (kegiatan 2-3 kali, ato sekali mungkin). Beranjak dari rumah setelah mandi (ini kegiatan langka di pagi hari). Sudah disiapkan segala keperluan buat di Bank 45 nanti. Kayak, duit, buku tabungan (bukan buku harian), majalah RDI, dompet beserta KTP sama NPWP. Eeeh...kok ya lupa pake baju (tolol). Yawes... berangkat. Tu wa ga pat. Berangkat dengan suka cita, menikmati keindahan kota dengan hembusan asap kendaraan, dan kicauan knalpot yg merdu. Berhenti di perempatan lampu merah, menyaksikan para penyanyi dan pekerja seni jalanan yang sibuk "silaturahmi" dari satu kendaraan ke kendaraan lain (ingat, semua beroda, bukan berkaki). Masih lekat di pikiran, apa yg dilakukan kelar dari menabung. Oh ho... kita cari makanan kucing. Terus.... mandiin kucing di salon. Hmm... Sebisa mungkin pulang ke rumah. Membuang emisi sembarangan tanpa tujuan adalah dosa. Itu namanya mendzolimi bumi, ciptaan Nya (backsound : Earth Song by MJ).
Skip sampai waktu s…

Lelaki itu....

Liburan di Merauke, 2006


Dia.... Teman bermain saya saat masih belum bisa berjalan. Tiga tahun perbedaan umur kita, nampaknya hal yang biasa untuk bisa menjalin hubungan lebih dari pertemanan, persahabatan mungkin. Kadang suka saling memukul, mencium, memeluk, bahkan mencakar. Yaa... Kebiasaan anak kecil yang aneh, berbahaya, seru. Beranjak berjalan, sampai masuk sekolah. Dia datang dengan salam, mencium kening saya, lalu mulai "menampar" (jyaah.. serial komedi yg di pakai pelawak jaman sekarang). Sampai pada saat kami tumbuh bersama, jalan menuju sekolah yang sama. Saling menyapa di kantin sekolah, bahkan bermain kasti bersama penjaga sekolah. Keegoisannya, buat saya tidak nyaman sama sekali. Saya suka menghindar bahkan malas bertatap muka. Tapi saya salut dengan nilai matematikanya, dia pintar sangat, dia ahlinya. Walau nilai kimia saya jauh lebih bagus darinya saat sma. Abang saya....
Banyak jurnal yang saya tulis tentang para lelaki kecintaan saya. Ayah saya kebanyakan. La…