Langsung ke konten utama

Harta kita, uda lihat?


Saya sedang tidak fit. Yeah, setidaknya untuk 1 bulan kebelakang dan 7 bulan kedepan (lho??). Saya seperti pekerja Romusha di jaman penjajahan dulu namun dengan tema yg beda. Mondar mandir Malang-Surabaya-Jakarta yg biasanya saya lakukan dengan suka cita, sekarang lebih tertatih-tatih. Belum lagi rencana keluar pulau yg mungkin bisa terjadi. Argh... saya tidak bahagia (seperti tuduhan jenk ini. Hahaha..). Tapi entah kenapa, saya selalu jadi bagian umum kesana kemari. Saya capek... Ironi yah? Harusnya saya senang bisa keliling kesana kemari. Bisa dapat spot buat objek jepretan. Dan akhirnya, lama-kelamaan saya bisa posting di rumah sakit dengan infus isi burger karena kecapekan. Yeah...


Lupakan Romusha. Yang penting saya berhasil
memaksimalkan sisa tenaga saya untuk pergi refreshing. Ke Wisata Bahari Lamongan contohnya. Bersama om-om tua gak ingat umur, Kacrut Rhoma. Yeah, dia lebih dulu posting liburan kami dengan begitu vulgarnya (baca : lebay alay
anak sp yg keranjingan Friendster). Dan kemarin, saya juga sukses merapikan liburan "sempit" bersama komunitas kecil saya. Iming-iming kota Blitar kemarin gak kalah menyenangkan. Suatu alasan mulia yg akhirnya menyempilkan diri ke Museum Soekarno (hormat graak). Buta peta dan kuliner Blitar emang kepayahan unik tersendiri. Saya langsung cabuuut, lari-lari sambil kibasin
selendang terus bikin tarian Kukumbaba kutukupret di depan Museum sang Legenda. Saya sudah lama jatuh cinta dengan buku. Apapun tema bukunya. Pokoknya doyan sangaaat. Ada yg tanya kenapa saya gak langsung ke makamnya?

Hahahaha...(gak tahu terima kasih ma pahlawan, besok-besok saya di kutuk jadi singkong goreng). Yaaah, saya sedang berhadas, sodara. Lihat, muka saya sudah najis, mungkin malaikat kubur ogah banget terima saya buat nyekar. Diusir pake kecoak ma cicak bisa jadi senjata ampuh buat usir saya. Azzzz.....

Yang saya dapat dari sana? Buku. Iya buku. Banyak buku. Dan saya paling doyan masuk ke ruangan khusus koleksi Pak Karno. Hampir semua karya, pidato, ensiklopedi, sampai buku-buku jaman penjajahan ato biografi beliau ada disini. Saya hanya punya 1 jam saja untuk bisa menikmati eksotiknya buku-buku sampul belel disitu. Haiyah..1 jam seperti lamanya ngecek saldo tabungan di atm. Cepat sangat. Dan gak sia-sianya saya akhirnya punya referensi judul buku untuk di cari nanti waktu balik pulang.

  • Sarinah, ato Kitab Sarinah, seperti yang selalu disebutkan Pak Karno. Adalah buku yang yang berisi tentang cerita, motivasi tentang perjuangan wanita Indonesia untuk bisa "merdeka", maju dalam pikiran dan perbuatan. Melawan penjajahan apa saja yang bisa menindas wanita. Well, ini setidaknya sinopsis sekilas. Menyempatkan membaca 1 bab saja, sudah bikin saya jatuh cintaaa. Saya suka gaya bahasa Pak Karno. Dia benar-benar penulis yang kritis, ringan, tapi tidak mengambang. Tata bahasanya unik, tidak susah untuk di mengerti kesastraan tulisannya, tapi tetap kuat di karakter. Wow... saya sadar, orang ini benar-benar spesial. Menguasai bahasa Belanda dan beberapa bahasa dengan sangat baik, dan pola pikirnya maju ke depan. Salut dengan idealismenya. Bahkan Australia saja takut dengan Indonesia kala itu. Amerika? hehehe... dia adalah orang yang tidak mau bersikap "menjilat" saat bertemu presiden Amerika. Karena semua negara sama, katanya. Bisa dibayangkan, betapa Indonesia punya nama di mata dunia. 100 jempol buat bapak. Saya harap saya bisa bertemu dengannya di Surga Nya. Amin.

  • Catatan Kecil Bersama Bung Karno. Buku yang berisi tentang testimoni seorang Ibu Fatmawati (dia bukan seorang mbok jamu, tapi istri Pak Karno) saat bersama Pak Karno. Wow... so touched. Gak pernah saya baca karya wanita jaman dulu yang begitu saya baca prakartanya saja sudah geleng-geleng kepala. Subhanallah, orang jaman dulu punya gaya menulis yang hebat. Bravo. Saya gak pernah nyangka kalo Ibu Fatmawati ini punya segudang cerita yang mungkin orang lain gak pernah tahu tentang kehidupan Pak Karno diluar kediplomatisannya. Semua tertata rapi pada alurnya, tambahan dokumentasi foto juga menggambarkan cerita yang bisa dijabarkan tanpa harus panjang lebar. Gaya bahasanya gak kalah dengan Pak Karno. Saya kaget bukan main, karena sampul bukunya (ada 2 sampul, yang satu pada gambar ini, yang satunya gambar lukisan Guruh) ada lukisan Guruh Soekarno Putra. Yang menarik bukan modelnya (hehee...sorry, Om). Tapi pelukisnya, Basuki Abdullah. Pelukis kondang yang meninggalnya dibunuh perampok saat dirumah sendiri. Masih ingat benar, saat kecil dulu saya suka sekali mencari lukisan Pak Basuki yang alurnya kebanyakan Mooi Indie (tentang kecantikan dan keindahan) itu. Aaaah... ternyata dia juga kenal Pak Karno. Ohohohoho.... lalalalala. Klop sudah itu buku bikin geregetan untuk dibaca.
Bermanfaat kan kegiatan saya? Yoha.. daripada kerabat saya, bacaan nya, Majalah Remaja-Majalah Olahraga-Koran. Olala.. Jauh-jauh cuma baca rubrik bintang doang. Oya, ada lagi koleksi lukisan yang gak kalah seru. Ada 1 lukisan Pak Karno yang beritanya, di bagian jantungnya berdetak sendiri. Horor gak sih lu pada? (masih gak percaya, pasti itu efek dekat ac). Ato uang jadul yang di infonya katanya bisa kelipat sendiri kalu ditaruh di telapak tangan orang tertentu. Well, pasti bukan saya. Saya kan titisan dewa perusak moral manusia. Ngeeek... Lukisan dan sketsa juga banyak sangat disana. Dan favorit saya, selain ada lukisan Chairil Anwar yang terkenal dengan "...Aku ini binatang jalang, dari kumpulannya terbuang..."", ada bendera pertama yang di kibarkan di masa proklamasi yang dibuat langsung oleh Ibu Fatmawati. FYI, tu sisi bendera merah dari kemben Ibu Fatmawati, dan sisi bendera putih dari Mukena seorang perempuan bernama Doe Doem (moga-moga gak salah). Dan hei.. ada jas Pak Karno yang ternyata bagian dalamnya jahitan gak karuan. See..? Pak Karno gak malu tuh pake Jas harga mediuman dengan banyak tambal jahitan awut-awutan. Kan? Kan? Saya cukup senang, karena... (siap-siap gak penting)... Pak Karno seorang Gemini. Saya saya saya saya... lalalala. Yang dibanggakan? Ya... Sama-sama Gemini. Lha, emang kalu semua orang Gemini sama? Iya, sama. Sama-sama gemini. Sama kan? wiiink.....*bakiak beterbangan.

Well done.. Dan sekarang yang jadi pikiran mau dicari dimana buku itu yah?


p.s : Gak ada yg bisa ngerubah Indonesia semerdeka ini kalo bukan karena nenek moyang kita dan para pahlawan. So, (duh..tumben banget ni postingan berat temanya. Agak bener) jangan bikin aneh-aneh buat negara kita. Menikahlah dengan orang asli Indonesia (produk asli lho). Banggakan bahasa daerah (logat minimal) dan etnik-etnik kultur yang lain. Cintailah orang tua. Jangan korupsi, pakailah sabuk pengaman jika bepergian. Jauhi narkoba.... (tulis apa aku tadi?). Merdeka Indonesia, aku mencintaimu karena Nya.



Hormat Grak,


Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…