Langsung ke konten utama

Yang terjadi lalu-lalu

Saya punya pengalaman mengagetkan, sering bahkan dengan kendaraan transportasi. Yeah, benda apapun itu, dari becak sampe Pesawat terbang. Semua punya pengalaman seru, senang, tegang, riang bahkan menggelikan. Terlebih lagi terlalu seringnya pemakaian kendaraan darat. Dan seringnya menjadi pemakai. Baru baru ini misalnya, saya dikejutkan oleh pengendara sepeda motor yg terkejut melihat kendaraan saya dan akhirnya jungkir balik lah dia beserta tunggangannya. Tidak sampai disitu, kendaraan saya diseruduk layaknya banteng melihat kain berwarna merah. Alhasil, kendaraan saya bopeng, cuil, beset ndak karu-karuan malin kundang jadi pindang. Jyaah, padahal kronologi kejadian yang terlalu biasa membuat keadaan selanjutnya berantakan.

Saya jadi ingat saat masih kuliah dulu. Rasa risih seperti banyak cacing menggeliat disko di badan saya. Tapi ndak sampai buat saya ndak masuk kuliah (haram buat saya, kecuali ambil cuti ndak masuk kuliah. Hehehe...). Saya paling sebal kalu harus memarkir kendaraan di lahan parkir kampus. Alasannya? Saya paling ogah dilihat oleh mahasiswa segala tingkat yg nongkrong di dekat parkiran. Awalnya cuek saja, tapi lewat beberapa tahun tetap saja begitu. Saya masih ingat tatapan mengahanyutkan para wanita seangkatan saya, para pria dengan tatapan "lapar" kearah saya, mata sinis para senior wanita yg mungkin sinis melihat jempol kaki saya yg dekil lumutan ato para maba yg penasaran dengan nilai IPK saya. Argh... hal ini yang bikin saya setengah mati harus parkir sedikit jauh untuk mengantisipasi pikiran negatif mereka. Hmm... kalu ditanya, "Kendaraannya mana?", jawab saya biasanya, "Oh, diantar Aladin tadi pake Sofa Ligna". Karena saya juga jarang diantar, abang saya sibuk kuliah, bapak sibuk bekerja, ibu sibuk les ngaji, adik bungsu saya yg belum bisa berkendara dan ndak punya SIM B2. Ya, minimal saya bisa mandiri mengandalkan diri sendiri biar ndak ketergantungan.

Hanya memang, ada pertanyaan tersendiri dari tatapan-tatapan para penatap diatas. Yang paling bikin bete mungkin, Banyak diantara, para pria mungkin, yang ndak sedikit merasa ragu apabila ada wanita yg membawa kendaraan, apapun itu. Saya ingat pembicaraan bersama kolega sehat saya, "Terkadang pria yg suka lihat cewek nyetir kendaraan itu pasti yang ada dibenaknya adalah berapa banyak orang yang dia tabrak....?!". Waduuuh, kalu pun saya bisa baca pikiran mereka pada saya, dengan tenang saya ajak dia jadi korban pertama. Hahaha... Tapi ndak sedikit juga dari mereka yg melihat kemandirian wanita kan? Yah, relatif itu kemungkinan. Konten nya kan dari skill masing-masing personal. Banyak juga para Adam yang gopoh ndak teliti saat berkendara.

Dan saya, salah satu wanita yg mawas kalu dijalan. Mawas marka jalan, lampu merah, kendaraan di belakang, dan polisi muda tampan yg siap menilang wanita muda enerjik seperti saya (kelebihan berkhayal membuat saya stress menahun). Tetap patuhi aturan lalu lintas bila ingin masuk surga.....



Salam klakson kucing,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…